Marselina Kurniawati (15 tahun), bersama ibunya di RSUD Ruteng saat dirawat di RSUD Ben Mboi, Ruteng.

Floresa.co – Masih ingat Marselina Kurniawati? Kisahnya barangkali menjadi penegasan ungkapan satir “orang miskin dilarang sakit”.

Ya, walaupun sejak 1 Januari 2014 lalu Badan Penyelenggaran Jaminan Sosia (BPJS) Kesehatan sudah resmi beroperasi, tetapi masih banyak saja orang kecil di pelosok negara ini yang tidak bisa menikmati fasilitas kesehatan.

Marselina Kurniawati adalah salah  satu contohnya. Gadis asal Desa Golo Labang, Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur (Matim) ini sejak Januari 2015 mengidap penyakit tumor di area kelaminnya.

Akibat tumor tersebut, Wati, demikian ia biasa disapa, tak bisa melanjutkan pendidikannya di SMP Katolik Santu Paulus Benteng Jawa.

Wati yang lahir dari keluarga miskin ini pun mengalami kesulitan untuk mendapatkan perawatan karena biaya pengobatan yang sangat mahal. Apalagi sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga juga jatuh sakit. Matanya buta.

Wati memang sempat dirawat di Puskesmas Muring, Poco Ranaka yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Lalu, kemudian, ia dirujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng. Namun, dokter di Ruteng tak bisa menangani penyakitnya yang sudah ganas. Dokter pun merujuk untuk dirawat di Denpasar-Bali.