Umat menyeberangi sungai Wae Pesi untuk bisa sampai ke Kapel Stasi Nggorang, Reo, menghadiri Misa Malam Natal, Kamis (24/12/2015). (Foto: Gregorius Afioma/Floresa)

Reo, Floresa.co – Sementara perayaan Ekaristi malam Natal tengah berlangsung, hujan deras mengguyur wilayah Nggorang, Desa Bajak, Kecamatan Reok.

Beberapa pemuda langsung menyibukkan diri. Dengan sigap dan cekatan, mereka mengantar tiap orang untuk mengisi tempat duduk yang kosong dalam gereja.

Bahkan jika tempat duduk tanpa sandaran itu sudah kelihatan penuh, mereka menjadi lebih teliti. Mata mereka lihai melihat celah sekecil apapun.

Umat diminta duduk lebih berdesak-desakkan hingga ada ruang kosong. Lalu dipanggilnya mereka yang berdiri di pintu depan gereja untuk duduk. Demikian terjadi berkali-kali.

Kapel berukuran kecil itu adalah milik umat stasi Nggorang dan termasuk bagian dari Paroki Maria Ratu Rosari Reo. Jaraknya sekitar 7 km dari kota Reo dan terletak di pinggir jalan menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

Di kapel kecil ini, biasanya dihadiri oleh umat dari wilayah yang terletak di pegunungan seperti Mbawar, Ruis, Nempong dan Kawak, juga dari wilayah sepanjang sungai Wae Pesi.

Khusus untuk umat dari wilayah Nempong dan Kawak, jika ingin menghadiri Misa, mereka harus jalan kaki selama 2 jam, lalu menyeberangi sungai Wae Pesi dengan menggunakan sampan.

Mengingat Perayaan Natal biasanya dipenuhi umat dari berbagai tempat itu, semenjak sore para pemuda sudah menyiapkan terop di bagian depan gereja. Kursi plastik ditata rapi di bawah tenda.