Lamunanku langsung buyar ketika mendengar bunyi deru ban mobil di sebelah kamarku. Ketika aku bangun, satu per satu partikel pikiranku dilanda gugup sekaligus penasaran ingin tahu siapa malam-malam begini baru pulang.

Aku menempelken wajahku ke jendela dan langsung kaget ketika yang turun dari mobil itu ternyata belahan jiwaku, Azelia.

Hatiku langsung ambruk. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung bergegas keluar rumah, aku ingin mendengar penjelasan darinya.

Seorang perempuan dengan wajah cantik yang merias dirinya dengan sapuan warna yang tebal. Merah itu sangat tebal pada pipinya. Hitam itu sangat tebal pada alisnya. Dan wangi itu sangat memabukkan.

‘Ngapain kamu ke rumahku?”

“Aku ingin mendengar penjelasan darimu.”

“Tentang apa? Sok banget sih kamu…”

“Pulang dari mana kamu?”

“Bukan urusanmu.”

“Tapi ini urusanku ju..”

Belum selesai, tanpa alasan yang jelas ia menampar pipiku. Azelia memang menyebalkan, namun dari situlah aku menaruh hati padanya.

Ia mengusirku dan menutup pintu dengan segera.