Panorama Pantai Jengkalang, Reok, Manggarai, NTT (Foto: Floresa/Ardy Abba)

“Maksud paman?” kami serentak bertanya, ingin segera mengetahui inti pembicaraan paman.

“Orang-orang asing yang ada di kapal itu telah memperoleh izin dari pemerintah untuk membangun usaha di sini. Mereka bilang demi kemajuan kampung ini. Mereka akan membangun hotel di sini. dan kita……” Suara paman terhenti. Seperti ada yang menyumbat pita suaranya.

“Dan kita kenapa paman?” saya cetus mencari jawab.

“Dan kita tidak boleh lagi memasuki wilayah pantai ini. Jika melanggar, mereka akan menelepon pemerintah pemberi izin untuk menjebloskan kita ke penjara.”

Paman mengakhiri penjelasannya. Air matanya menetes. Laut teduh. Kami semua terdiam.

Sejak saat itu kami tak pernah diizinkan lagi untuk sekedar memijaki kaki di pantai indah tanah kami.

Pagar tembok tinggi didirikan untuk memisahkan wilayah hotel dan wilayah kami.