Pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Agustinus Ch Dula-Maria Geong (Dula-Maria). (Foto: Floresa.co)

Dengan pertimbangan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan uang itu diberikan oleh orang yang memiliki jabatan, ia pun memilih menerimanya.

Cerita Marseli tidak hanya sampai di situ. Si pemberi kemudian mengingatkan bahwa ada maksud di balik uang tersebut.

“Neka hemong kali e, seng so’o tara mangad le jasa de kraeng Bupati Gusti Dula olo. Jasa de Kraeng Gusti  tara manga tuad ce desa dite (Tapi jangan lupa, uang ini ada karena jasa Bupati Gusti Dula. Jasa Pak Gusti yang membuat uang ini tiba di desa kita),” katanya.

“Yang membagi-bagikan uang itu adalah adik kandung Ferdi  Jelihu,” lanjut Marsel.

Setelah uang itu diberikan, kata dia, Ferdi berjanji, mereka akan diberikan lagi uang tambahan.

Lobong di so’o (Ini diterima duluan), tanggal 15 Desember terima lagi untuk beli babi betina,” ungkap Marsel, meniru ucapan Ferdi.

Kata dia, di kampungnya ada 60 kepala keluarga yang menerima uang tersebut.

Ia menjelaskan, dari Ferdi, mereka mendapat informasi bahwa uang itu bersumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mabar.

Warga lainnya, Ignasius Semol menuturkan hal serupa.

Ia mengaku mendapat uang untuk membuat kandang dan diminta memilih Gusti-Maria.

“Ini uang berdasarkan proposal, Jangan lupa memilih Nomor 1 yaitu Pa Gusti,” katanya menirukan ucapan Ferdi.

Semol mengaku tidak menolak uang itu, karena  Ferdi memberitahukan sumber uang dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mabar.