Oleh: ALFRED TUNAME

Proses pemungutan suara, sebagai bagian dari pesta demokrasi sudah usai. Demos (rakyat) sudah menggunakan haknya.

Dengan semarak keyakinan dan hening nurani, rakyat memilih pemimpin. Hak politik yang melekat dalam diri warga negara wajib pilih telah digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Pada nurani rakyat, tersimpan harapan bahwa pemimpin yang terpilih merupakan figur yang benar dan bijak. Pemimpin terpilih ini mampu menggunakan kekuasaan itu secara adil dan jujur kepada rakatnya.

Kekuasaan adalah amanah yang ampuh untuk menggunakan semua “sumber daya” negara.

Tujuannya, demi kesejahteraan rakyat bersama, bukan kepentingan pribadi, kelas dan golongan.

Atas kekuasaan itu, pemimpin mendayagunakan segenap pikiran, ide dan tenaganya untuk membagi kemakmuran dan melebarkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Idealnya, dalam demokrasi, rakyatlah penguasa sejati. Melalui politik, rakyat melimpahkan kekuasaan itu kepada pemimpin terpilih. Adalah sebuah celaka politik apabila rakyat justru diarahkan oleh keinginan dan hasrat kuasa calon pemimpin.