Menko Maritim, Rizal Ramli diterima secara adat oleh Pemda Manggarai Barat (Mabar), Flores, NTT, di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Rizal Ramli kunjungi Labuan Bajo bersama Menteri Pariwisata, Arif Yahya dalam rangka meninjau destinasi wisata.

Labuan Bajo, Floresa.co – Operasional bandar udara (bandara) Komodo direncanakan akan akan berlangsung hingga pukul 22.00 Wita atau jam 10 malam. Saat ini bandara yang terletak di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores ini hanya beroperasi hingga pukul 16.00 Wita.

“Saya sudah telepon pa Jonan, selaku menteri perhubungan dalam waktu dekat segera memasang lampu di seluruh bandara Labuan Bajo,selama ini penerbangan di bandara ini hanya dibuka batas jam 4 akibat gelap saat malam. Kita minta buka sampai jam 10 malam. Pak Jonan sudah setuju,”ujar Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli kepada wartawan di Labuan Bajo, Minggu (29/11/2015).

Rizal mengunjungi Labuan Bajo bersama dua menteri lainnya pada akhir pekan lalu atas undangan konglomerat Lippo Grup, James Ryadi.

BACA :  James Riady Jamu Menteri dan Petinggi Media di Labuan Bajo: Ada Kaitan dengan Kasus Novanto?

Rizal mengatakan pemerintah pusat terus membenah sarana-sarana transportasi di Labuan Bajo karena kota ini merupakan salah satu dari 10 kota destinasi wisata baru di Indonesia.

Selain jam operasi bandara yang diperpanjang, frekwensi penerbangan juga akan diperbanyak.

“Saya barusan telepon dirut Garuda dan berjanji akan menambah frekwuensi pesawat Garuda ke Labuan Bajo dan kalau bisa langsusng dari Jakarta,”tandas Rizal.

Tak hanya Garuda, Rizal juga mengaku sudah menghubungi CEO Air Asia Tony Fernandez agar maskapai asal Malysia itu bisa melayani rute penerbangan ke Labuan Bajo.

“Tadi saya juga sudah meminta kepada CEO Air Asia,agar kirim tim ke Labuan Bajo untuk membuka direct flight dari luar negeri, Toni Fernandez sudah menyatakan oke,”ujarnya.

Tak hanya transportasi udara yang dibenahi, Rizal juga meminta agar transportasi laut turut dibenahi.

Ia mengaku sudah meminta Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan untuk menata ulang pelayaran di wilayah Manggarai Barat.

“Dalam waktu enam bulan kedepan,mereka akan menata kembali peta laut di wilayah ini, peta lautnya kurang tepat sehingga belum layak untuk pelayaran,”ujarnya. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)