Boni Hargens

Floresa.co – Proses persiapan Pilkada serentak di berbagai daerah terus berlangsung, termasuk debat antarkandidat.

Di Sulawesi Utara (Sulut), pada hari ini, Sabtu (21/11/2015), digelar debat pasangan calon pemilihan gubernur (Pilgub).

Boni Hargens, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) ikut menyaksikan jalannya perdebatan itu yang mengangkat tema Kemaritiman, Wilayah Perbatasan, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemantauan debat ini menjadi bagian dari agenda LPI dalam mengawal Pilakada serentak tahun ini.

Usai menyaksikan debat itu, Boni menilai, pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandow (OK-SK) mendominasi dalam semua indikator penilaian dengan total skors 9,5 dalam skala 0-10, di mana 0 terburuk dan 10 terbaik.

Posisi kedua disusul pasangan Beni Mamoto-David Bobihoe dengan total skors 8,7 dan pasangan Maya Rumantir-Glenny Kairupan dengan skors 7,3.

Ia menjelaskan, ada tiga indikator yang  dipakai dalam penilaian yaitu general performance (penampilan umum), content (isi materi), dan issue management (manajemen isu).

“Pasangan OD-SK sangat kuat dalam menyampaikan konten visi dan misi mereka. Juga konsisten dalam manajemen isu dari awal  sampai akhir debat,” kata Boni dalam keterangan tertulis yang diterima Floresa.co.

Pengamat politik Universitas Indonesia ini menambahkan, “Kelebihan lain, pasangan ini tidak punya tendensi menyerang lawan sebagaimana cendrung dilakukan pasangan Maya-Glenny dan Beni-David.”

Menurut Boni, pasangan Beni-David sebenarnya bagus dalam hal konten tetapi mereka tidak konsisten dalam argumentasinya.

“Manajemen isu juga kurang terstruktur dengan baik. Pasangan ini terlalu kuat dengan pendekatan hukum sehingga mereka lupa bahwa mereka calon kepala eksekutif dimana pendekatan politik dan society-based juga penting sekali”, lanjut relawan Jokowi-JK ini.

Penilaian serupa juga disampaikan oleh pengamat sosial dari Universitas Sam Ratulangi, Ridwan Lasabuda.

Ia menilai, pasangan OD-SK tampil dengan cerdas.

“Mereka memahami betul permasalahan yang ada dan strategi mengatasinya. Selain itu, mereka berhasil memadukan pendekatan lokal dengan pendekatan nasional dalam merancang pembangunan di Sulawesi Utara”, tegas Ridwan. (Ari D/ARL/Floresa)