Sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu partisipatif tingkat provinsi NTT tahun 2015 di aula Efata-Ruteng, Jumat (20/11/2015

Ruteng, Floresa.co – Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manggarai, Flores, NTT mengharapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember berlangsung aman dan bermartabat.

Bonifasius Ferdinandus Bos, Komisioner Bagian Devisi Umum Panwaslu Kabupaten Manggarai mengatakan, secara kelembagaan pihaknya sudah siap mengawal dan mengawasi proses Pilkada 9 Desember nanti.

Karena itu, saat menyampaikan kata sambutan pada acara sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu partisipatif tingkat provinsi NTT tahun 2015 di aula Efata-Ruteng, Jumat (20/11/2015), Bonifasius mengharapkan bantuan semua pihak agar bersama-sama mengawasi Pilkada menjadi tetap aman dan bermartabat.

“Kami juga minta Polri dan TNI untuk membantu mengamankan Pilkada di Kabupaten Manggarai,” pintanya.

Kepada kurang lebih 100 orang peserta dalam acara sosialisasi ini, Bonifasius mengharapkan agar semua pihak menjadi corong agar Pilkada damai dan aman, serta mampu meningkatkan partisipasi pemilu.

“Keberhasilan Panwas tidak diukur dari berapa banyak pelanggaran yang ditangani, tetapi diukur dari banyaknya masalah yang dicegah dan diantisipasi,” ujar Bonifasius.

Jimris Foentuna, Komisioner bagian penanganan pelanggaran Banwas NTT mengaku, dari 9 Kabupaten di provinsi itu, Manggarai salah satu daerah yang masih tampak terlihat aman.

“Kabupaten Manggarai masih sedikit aman, tidak seperti kabupaten lain yang sudah berdarah-darah karena konflik. Tentu kita apresiasi ini,” kata Jimris memuji.

Ia menjelaskan, kondisi ini tentu ditoreh karena pasangan calon bupati Manggarai tertib, pemerintah daerah juga tertib, dan masyarakatnya tetap aman dan terkendali.

“Jangan sampai apa yang terjadi di kabupaten lain, terjadi di sini. Maka kita butuh komitmen bersama,” harapnya.

Sementara itu, Marius Ardu Jelamu, Pejabat sementara (Pjs) bupati Manggarai dalam sambutannya pada pembukaan acara sosialisasi tersebut mengingatkan seluruh rakyat Manggarai agar memaknai perbedaan pilihan dalam Pilkada 9 Desember nanti dalam bingkai persaudaraan.

“Tentu anak-anak Manggarai dengan kedewasaan berpikirnya akan memilih pemimpin. Walau berbeda pilihan, janganlah itu menjadi pemicu konflik karena kita lahir dari kandung yang sama yaitu tanah Manggarai,” kata Jelamu meneguhkan.

Ia juga mengingatkan kepada semua pihak agar tidak melakukan intimidasi dengan menggunakan intrik-intrik tertentu kepada pemilih lainnya sehingga masyarakat memilih sesuai hati nuraninya.

“Dan kami sebagai PNS harus netral. Saya harapkan para calon menyampaikan visi-misi, rencana program kerja pembangunan Manggarai 5 tahun ke depan kepada seluruh rakyat,” katanya.

Selain itu, ia mengharapkan pula agar para calon bupati menyandingkan program kerja pemerintah pusat, provinsi, dan daerah kabupaten itu sendiri. Hal itu dibuat untuk menemukan kecocokan program sehingga tidak menyulitkan dalam pengalokasian anggarannya.

Media Massa Harus Netral

Peran media massa dalam meciptakan pilkada yang aman dan bermartabat sangat penting. Karena itu media diminta untuk tetap menjunjung tinggi netralitas sebagai roh kebebasan pers.

Permintaan itu disampaikan kelompok pemuda yang tergabung dalam Konggres Pemuda Manggarai Raya saat konfrensi pers disela-disela acara sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu partisipatif tingkat provinsi NTT tahun 2015 di aula Efata-Ruteng.

Yani Rewos, perwakilan dari Konggres pemuda pemuda Manggarai Raya menegaskan, agar Pilkada tetap aman dan bermartabat salah satunya media massa harus netral dalam pemberitaannya. Artinya unsur keberimbangan dalam pemberitaan mesti diperhatikan baik oleh seluruh insan pers di Kabupaten Manggarai.

“Saya juga meminta Media Massa diminta jujur dalam pemberitaan,” ujar Yani.

Sebagai pemuda, ia mengaku bangga dalam proses Pilkada kali ini, sebab keterlibatan pemuda sudah mulai tampak dalam menentukan pemimpin ideal.

“Kini kaum muda tidak terjebak dalam promodialisme politik dan menjadi korban atas politik para elit,” tegasnya mengakui. (Ardy Abba/PTD/Floresa)