Pembukaan Rapat Umum Anggota PMKRI Cabang Ruteng, Kamis (19/11/2015)

Ruteng, Floresa.co – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng akan segera memilih ketua baru melalui Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang berlangsung 19 hingga 23 November 2015 di aula dinas PPO Kabupaten Manggarai.

RUAC di PMKRI merupakan forum tertinggi di organisasi ini untuk memilih ketua yang baru.

Dalam rapat ini selain memilih ketua PMKRI baru, akan pula dirancang dan digarap isu-isu strategis yang menentukan masa depan perhimpunan dimasa mendatang.

Melihat kondisi di tingkat cabang yang sudah mulai karut marut, para Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Ruteng kemudian menggelar RUAC untuk membahas dan membenahi sistem kaderisasi bagi anggotanya.

Kristian Nanggolan, Pejabat sementara (Pjs) PMKRI Ruteng dalam sambutannya pada pembukaan RUAC menjelaskan, situasi kekinian di cabangnya sudah mulai terlihat karut marut, terlebih khusus proses pembinaan kaderisasi para anggota.

Karena itu, melalui RUAC ia berharap agar sistem kaderisasi di PMKRI Ruteng akan dibenahi untuk kemudian mampu melahirkan kader-kader masa depan yang tangguh sesuai cita-cita organisasi.

“Kegiatan RUAC merupakan upaya pembenahan sistem kaderisasi agar ke depan PMKRI Ruteng mampu melahirkan kader yang tangguh, kritis, dan inovatif,” kata Kristian.

Adrianus Husen, alumni PMKRI mengatakan, perhimpunan tersebut merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang wajib menjaga independensinya dalam situasi apapun.

Kata dia, anggota PMKRI dalam perjalanannya mesti memahami tiga benang merah yang menjadi spirit organisasi itu. Tiga benang merah itu, antara lain, kristenitas, intelektualitas, dan fraternitas.

Sementara itu, Marius Ardu Jelamu, Pejabat sementara (Pjs) bupati Manggarai dalam sambutannya mengatakan, bangsa dan negara sudah menaruh harapan penuh pada pergerakan kaum muda.

Sejarah perjuangan pemuda, kata Jelamu, sudah terbukti membangun negara Indonesia. Misalnya pristiwa tahun 1908, kemudian tahun 1928, dan pergerakan lain yang melibatkan kaum muda.

Karena itu, ia berharap PMKRI sebagai organisasi kepemudahan mahasiswa tidak ekslusif kepada siapapun. Sebab, hakekat pemuda adalah tidak menyekatkan diri dengan zamannya.

“Kita jangan eksklusif harus terbuka kepada siapapun. Itulah hakekat pemuda mahasiswa untuk membangun bangsa dan negara ini. Kelebihan kita adalah rasionalitas bukan emosionalitas,” ujar Jelamu. (Ardy Abba/PTD/Floresa)