Penjabat bupati Manggarai Marius Jelamu berpose di Pantai Ketebe dengan jari tangan membentuk huruf V yang dianggap sebaai simbol politik pasangan calon tertentu

Ruteng, Floresa.co – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menuding Marius Ardu Jelamu, Penjabat Bupati Manggarai, Flores, NTT tidak netral dalam proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015 ini.

Tudingan tersebut, disampaikan  Gerindra dalam pemaparan pandangan fraksinya saat sidang di DPRD Manggarai, Selasa (17/11/2015) kemarin.

Walau Penjabat bupati tidak hadir dalam rapat pengantar nota keuangan APBD Manggarai tahun anggaran 2016 itu, namun fraksi Gerindra tetap membacakan pandangannya dan didengar oleh Manseltus Mitak, Sekda Manggarai dan sejumlah pimpinan SKPD.

BACA Juga: Deno-Madur Laporkan Penjabat Bupati Manggarai dan Istri Lebu Raya ke Panwaslu

Dalam laporan pemandangan umum fraksi Gerindra di DPRD Manggarai yang salinannya diterima Floresa.co menyebutkan, pejabat bupati Manggarai sudah menunjukan sikap tidak netral dalam Pilkada.

“Hal tersebut dapat terlihat dalam penyampaian penjabat bupati dalam kunjungan formal dan nonformal di beberapa tempat,” tulis fraksi Gerindra.

Selain lewat perkataan saat kunjungan, Marius juga menurut pandangan fraksi Gerindra sudah memperagakan simbol dukungan terhadap paket tertentu di Pilkada Manggarai melalui foto yang hingga kini sudah tersebar luas di dunia maya.

BACA Juga: Lapor Nabit dan Tim Relawan ke Panwaslu, Deno-Madur Dinilai Tak Paham Aturan

Karena itu, fraksi Gerindra meminta Penjabat bupati agar dalam setiap kunjungan ke masyarakat untuk tetap menjaga netralitas sesuai regulasi.

“Netral terhadap kepentingan politik apapun termasuk Pemilukada tanggal 9 Desember 2015,” sebut Gerindra dalam pandangannya yang dibacakan Adrianus Suhardi.

Selain itu, fraksi Gerindra juga mendesak Jelamu yang adalah pimpinan PNS seluruh Manggarai dapat menghimbau bawaannya agar tetap netral menghadapi proses Pilkada.

Laporan pandangan fraksi Gerindra ini ditanda tangani langsung oleh Paulus So, ketua, Bonifasius Burhanus, sekretaris, dan Adrianus Suardi sendiri sebagai pelapor. (Ardy Abba/PTD/Floresa)