Kopi Arabika. (Foto: Ist)

Floresa.co – Pemerintah Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penanaman Modal (BPM) menggelar pertemuan dengan petani kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) di Aula, Imaculata, Paroki Roh Kudus Mataloko, Jumat (13/11/2015).

Sebagaimana dilansir kupang.tribunnews.com, kegiatan ini bertujuan menginput usul saran dari petani demi pengembangan kopi AFB.

Peserta kegiatan berjumlah 50 orang dari unsur pengurus koperasi Masyarakat Indikasi Geografis (MIG), koperasi sekunder dan sub UPH.

Kegiatan yang dilaksanakan satu hari itu, dibuka Asisten II, Hyronimus Reba Watu. Hadir Kepala BPM, Naru Florida dan Ketua Komisi III DPRD Ngada, Yohanes Mari.

Ketua Panitia, Nikolaus Noywuli dalam laporannya mengatakan, Kabupaten Ngada merupakan daerah penghasil kopi di wilayah NTT dengan luas wilayah 6.147 hektare. Jenis tanaman kopi yang ada di Bajawa adalah Arabika dan Robusta.

Untuk kopi Arabika luas lahan produksi 5.351 hektare dan Robusta 796 hektare. Data ini menunjukan, petani di Kabupaten Ngada lebih menyukai pengembangan kopi Arabika dibandingkan Robusta. (Ari D/ARL/Floresa)