Ilustrasi gempa bumi

Floresa.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama sepekan terakhir, telah terjadi 21 kali gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Kupang Sumawan, mengatakan gempa dengan  dari magnitudo 3,4 hingga 6,2 itu mengguncang tujuh kabupaten, yakni Kabupaten Alor, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kupang, Sumba Barat Daya, Ende, dan Manggarai Barat,” katanya kepada Kompas.com, Sabtu (7/11/2015).

Dari tujuh kabupaten tersebut, Alor menjadi daerah dengan wilayah yang paling banyak diguncang gempa, terhitung, 15 kali.

Sementara itu, di enam kabupaten lainnya masing-masing terjadi satu kali.

Menurut Sumawan, gempa yang mengguncang tujuh kabupaten ini semuanya tergolong gempa tektonik. Hanya, terdapat perbedaan lempeng yang bergeser antara satu daerah dan daerah lainnya.

Di Kabupaten Alor, gempa yang terjadi disebabkan pergeseran lempeng yang sama dengan lempeng Pulau Wetar, Kabupaten Flores, Sikka, Ende, serta sebagian kabupaten di Pulau Timor. Sementara itu, gempa di Manggarai Barat terjadi karena pergeseran lempeng yang sama dengan lempeng di Sumba dan sebagian Nusa Tenggara Barat.

“Kalau lempengan Australia itu mulai dari Papua, Maluku, sebagian Alor, Timor, Sumba bagian Selatan, NTB, hingga Bali,” kata Sumawan.

Ia juga memprediksi bahwa gempa susulan akan terjadi di Alor dalam dua bulan ke depan.

“Untuk gempa susulannya semuanya 2 sampai 4 SR. Getarannya hanya terasa di Alor Timur, sementara di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, kemungkinan tidak terasa. Jika dibandingkan dengan gempa bumi pada tahun 2004 lalu, itu gempa susulannya lebih dari dua bulan baru berhenti (normal),” tutur Sumawan.

Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 yang mengguncang Kecamatan ALor Timur, Kabupaten ALor, pada Rabu (4/11/2015) menyebabkan 1.098 rumah warga rusak berat.

Kerusakan juga terjadi pada 64 fasilitas publik, seperti gereja, sekolah, puskesmas, kantor desa, kantor koperasi, dan supermarket.

Sejauh ini, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Hanya, seorang warga dikabarkan menderita patah tulang pada bagian tangan, dan tujuh warga lainnya menderita luka ringan. (Ari D/ARL/Floresa)