Sore Ini, Keluarga Manggarai di Jakarta Gelar Misa 100 Hari Meninggalnya Ben Mboi

0
827
Ben Mboi

Jakarta, Floresa.co – Keluarga asal Manggarai Raya – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya akan menggelar Misa untuk memperingari 100 hari meninggalnya Ben Mboi, salah satu tokoh asal NTT.

Misa ini yang dikemas dalam nuansa inkulturasi akan diadakan di Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jl Dr Saharjo No- 268, Tebet – Jakarta Selatan, di Jakarta, Rabu sore (14/10/2015).

Dalam undangan dari Ketua Ikatan Keluarga Manggarai di Jakarta (Ikamada) Vinsen Siboe, tamu yang hadir dalam acara ini diharapkan mengenakan  busana adat Manggarai.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, selain Misa ini, kegiatan lain dalam rangka mengenang Ben Mboi, berupa peluncuran buku “Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa,” pada Jumat mendatang (16/10/2015).

Kegiatan itu yang akan digelar di Bentara Budaya Jakarta menghadirkan keynote speeker Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan para pembicara Pemikir Sosial Bambang Ismawan, Mantan Menteri Otonomi Daerah Ryaas Rasyid dan Anggota DPR RI Benny Kabur Harman.

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Rikard Bagun akan menjadi moderator acara itu yang dimulai pada pukul 16.00 WIB.

Buku itu yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia ditulis oleh Ben Mboi.

Ben Mboi meninggal pada usia ke-80, Selasa, 23 Juni lalu.

Tokoh dengan nama lengkap Aloysius Benedictus Mboi lahir di Ruteng, Manggarai-Flores pada 22 Mei 1935.

Ia menjabat sebagai Gubernur NTT selama 10 tahun, pada 1978-1988, menggantikan El Tari.

Selain sebagai pejabat negara, ia juga dikenal sebagai dokter.

Ben merupakan lulusan Universitas Indonesia.

Sebelum masuk ke dunia eksekutif, ia juga berkarir di dunia militer – di mana terakhir ia berpangkat Brigadir Jenderal -, peran yang dilakoninya bersamaan dengan profesi sebagai dokter.

Dialah satu-satunya dokter AD sekaligus combatant dan airborne yang diterjunkan di Irian Barat pada  tahun 1962 dalam Operasi Naga. Bahkan hingga kini dia satu-satunya dokter yang ikut berperang dalam sejarah TNI.

Pada tahun 1986, bersama istrinya, Nafsiah Mboi (mantan Menteri Kesehatan), dia menerima penghargaan Ramon Magsaysay atas pelayanan kemasyarakatan mereka di NTT.

Selama Ben menjadi gubernur NTT, Presiden Soeharto kerap datang ke NTT.

Soeharto juga mengapresiasi tinggi Ben, sampai-sampai ia mengatakan,“Kalau semua gubernur, bupati, wali kota di Indonesia seperti Ben Mboi, Indonesia ini sudah lama maju.”

Di kalangan orang NTT, nama Ben sangat dikenal, sebagai salah satu tokoh senior yang memberi inspirasi serta tokoh yang banyak berjasa dalam pembangunan di provinsi tersebut.

Baru-baru ini, namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Manggarai, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng. (Ari D/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini