Bis Kayu “Tungku Mose” Terjungkal di Nao: 1 Meninggal, Belasan Patah Tulang

0
1285
Salah satu korban kecelakaan sedang berbaring di Puskesmas Golowelu. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Floresa.co – Sebuah bis kayu bernama “Tungku Mose” terjungkal di Nao, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (10/10/2015).

Informasi yang dihimpun Floresa.co, kejadian naas itu membuat kernek bernama Yeremias tewas di tempat karena terlindas badan bis, sementara belasan lainnya luka parah, termasuk seorang ibu hamil yang mengalami patah tulang.

Bis dengan rute trayek dari Terang di Kecamatan Boleng, Mabar menuju Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai itu jatuh di Kampung Nao, Kecamatan Kuwus.

Bis itu yang berangkat dari arah Terang dilaporkan terjungkal saat hendak menghindari badan jalan yang rusak parah.

Usai kejadian, para korban langsung mendapat perawatan pertama di Puskesmas Golowelu, Kecamatan Kuwus, termasuk Yeremias yang langsung divisum di tempat tersebut.

Kepala Puskesmas Golowelu, Yosep Sudi menyatakan, jumlah korban yang luka parah sebanyak 19 orang.

“Penanganan pertama dilakukan oleh perawat yang bertugas di Kolang, dekat lokasi kejadian,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, perawat tersebut mengurus dan segera mengantar korban ke Pukesmas Golowelu.

Ibu hamil yang mengalami patah tulang. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)
Ibu hamil yang mengalami patah tulang. (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

“Sebanyak 10 orang dirujuk ke RSUD Ruteng karena harus ditangani secara intens, sementara 7 pasien lainnya sudah dirawat di Pukesmas dan sudah kembali ke rumah mereka,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, di Puskesmas Golowelu masih dirawat dua pasien.

“Kita memiliki keterbatasan sarana prasarana serta jumlah dokter terbatas. Apalagi kondisi pasien cukup parah makanya segera dirujuk ke Ruteng.”

Menurut Yosep, ibu hamil yang ikut dalam kendaraan tersebut hendak memeriksa kesehaannya di RSUD Ruteng bersama anaknya yang berumur dua tahun.

“Hasil pemeriksaan tadi,kondisi kehamilanya tidak terganggu tetapi tetap harus dirawat karena ada perasaan trauma,” katanya. (Ferdinand Ambo/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini