Bupati Tote Didesak Segera Atasi Krisis Air Minum Bersih

3
338
Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote

Floresa.co – Bupati Manggarai Timur (Matim) – Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) Yoseph Tote didesak mengambil langkah cepat untuk mengatasi krisis air minum bersih, terutama yang menimpa Borong, ibukota Matim.

Desakan itu disampaikan ole Mensi Anam, Ketua Fraksi Partai Hanura di DPRD Matim dalam keterangan tertulis kepada Floresa.co, baru-baru ini.

Menurut Mensi, sudah tiga minggu air minum bersih tidak lagi mengalir di dalam pipa di jalur Kembur, Peot, Jawang dan Toka.

Ia menjelaskan, akar persoalan ini bukan pada debit air yang berkurang, tetapi masalah koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) SPAM serta masalah sosial yang belum diatasi secara tuntas oleh pihak Pemda Matim.

“Saya minta kepada Bupati Yoseph Tote, segera atasi dua masalah ini. Warga ibukota selama ini sudah hampir menikmati air secara reguler. Namun, begitu gampang sirna karena dua hal yang menurut saya tentu sepele,” kata Mensi.

Solusinya, kata dia, Tote harus segera memantapkan kordinasi internal antara PU dan BLUD SPAM.

“Dan bupati juga turun gunung untuk atasi masalah sosial di mana terdapat area lintasan pipa yang bermasalah dengan warga. Kunjungi mereka dan beri mereka pengertian dan kesadaran,” tegasnya.

Mengunjungi langsung warga, kata Mensi, menjadi mutlak untuk mengatasi masalah ini.

Ia meminta Tote belajar dari Presiden Jokowi yang baru-baru ini mendatangi lokasi kebakaran hutan di Sumatera.

“(Bupati Tote) mungkin bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Jokowi,” katanya.

Mensi juga meminta agar mobil tangki air milik Pemda yang ada di Dinas Sosial dipinjam pakai ke BLUD SPAM untuk mendistribusikan air saat air minum bersih tidak lagi tersedia.

“Jangan mempersulit hal yang gampang,” katanya.

Menurut Mensi, sungguh ironis, bahwa di ibukota kabupaten tidak tersedia air minum.

“Apalalagi untuk Borong, mengingat beberapa sumber mata air besar ada di posisi elevasi lebih tinggi dari Borong. Artinya pakai bambu sekalipun, air dapat mengalir menuju Borong,” tegasnya. (Ari D/ARL/Floresa)

Advertisement

3 Komentar

  1. bupati di kabupaten kecil malah lebih enak hidupnya(krn tdk ada yg sorot)…presiden ri saja turun langsung ke lokasi….inilah bupati(buka oaha tinggi2)

  2. Menurut Mensi Anam, Ketua Fraksi Partai Hanura di DPRD Matim, sudah tiga minggu air minum bersih tidak lagi mengalir di dalam pipa di jalur Kembur, Peot, Jawang dan Toka. Bapak menjelaskan bahwa, akar persoalan ini bukan pada debit air yang berkurang, tetapi masalah koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) SPAM serta masalah sosial yang belum diatasi secara tuntas oleh pihak Pemda Matim. Kalau masalahnya demikian, berarti bukan krisis Air Minum bersih Pak…ini kelalaian dan tidak bertanggungjawabnya lembaga yg menangani air minum bersih, Pemdanya juga tidak serius mengurusi masalah kebutuhan air minum, jadi saya sangat mengharapkan anggota Dewan terus desak Pemda Matim utk mengatasi persoalan ini, rakyat menunggu pelayanan air bersih.Trima kasih Bpk Mensi Anam yg peduli dgn persoalan yg dihadapi masyarakat Matim.

  3. Iya pa hendrik.krisis yg saya maksud adalah krn air tdk lgi jln.stuju dg pandangan dite bhw air tdk jln krn kelalaian pemda.trimakasih support.mari kita dukung bersama

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini