Paus: Kesetiaan, Kejujuran dan Cinta Harus Dihidupi dalam Keluarga

1
398

Floresa.co – Di dunia yang penuh dengan berbagai tantangan dalam kehidupan perkawinan dan keluarga, Gereja Katolik diminta “menjalankan misi kesetiaan, kebenaran  dan cinta.”

Hal itu dikatakan Paus Fransiskus pada Misa pembukaan Sinode Para Uskup tentang keluarga, pada Minggu lalu (4/10/2015).

Ia menjelaskan, Gereja harus mendorong keluarga dan mempertahankan cinta, kesucian setiap kehidupan manusia serta “kesatuan perkawinan yang tak terceraikan”.

Pada saat yang sama, lanjutnya, Gereja harus melaksanakan misinya dengan memperhatikan, tidak hanya “tidak menunjuk jari dengan menilai orang lain,” tetapi juga mencari solusi  bagi yang kesepian dan menderita, menyembuhkan “pasangan yang terluka dengan belas kasihan dan penerimaan.”

Sinode dijadwalkan akan berlangsung hingga 25 Oktober, yang membahas cara-cara memperkuat dukungan Gereja terhadap keluarga dan merangkul mereka yang berjuang membangun cita-cita kehidupan perkawinan dan keluarga.

Persiapan pernikahan, seksualitas, prokreasi, komunikasi, dukungan terhadap pasangan yang berisiko perceraian, mendampingi umat Katolik yang telah bercerai dan cara yang mungkin untuk membawa kembali umat bercerai dan menikah lagi secara sipil, semua itu diharapkan menjadi agenda sinode.

Bacaan-bacaan untuk Misa pembukaan sinode sama dengan yang digunakan di paroki-paroki di seluruh dunia untuk Misa Minggu Biasa XXVII.

Tapi, Paus mengatakan, bacaan-bacaan  tampak dibuat khusus untuk membuka sinode  itu.

Bacaan pertama diambil dari Kitab Kejadian:  Tuhan  melihat Adam sendirian dan Dia menciptakan Hawa sebagai penolong baginya; Injil hari itu mengenai ajaran Yesus:  ”Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Drama kesendirian’

Mengutip Kisah Kejadian, Paus mengatakan dalam homilinya bahwa “drama kesendirian” yang dialami oleh begitu banyak orang – lansia, orang yang ditinggalkan, janda dan duda, migran, yang dianiaya – bukan bagian dari rencana Tuhan.

Dunia modern, kata dia, tampaknya menawarkan “banyak kesenangan, tetapi hanya sedikit cinta, banyak kebebasan, tetapi hanya sedikit merasakan kebebasan”. “Jumlah orang yang merasa kesepian terus bertumbuh,” katanya.

Tuhan menciptakan pria dan wanita, kata Bapa Suci, “untuk saling melengkapi”, “untuk mencintai dan dicintai, dan melihat cinta mereka yang berbuah pada anak-anak.”

Saat  Doa Angelus setelah Misa, Paus Fransiskus mengatakan kepada 270 anggota sinode agar menjaga  ”fokus mereka  kepada Yesus,” untuk membantu keluarga “sehingga rencana awal Sang Pencipta bagi pria dan wanita dapat terwujud dan dapat berfungsi dalam semua keindahan dan kekuatan di dunia.”

Paus Fransiskus disambut oleh para anggota sinode dan puluhan ribu orang yang telah berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada 3 Oktober untuk mengadakan tuguran untuk sinode tersebut.

Sebelum Paus berbicara, keluarga-keluarga  dan pasangan suami-istri Italia terlibat dalam berbagi cerita mereka menemukan cinta, mengatasi rintangan serta melakukan rekonsiliasi.

Dalam homilinya, Paus Fransiskus mengajak orang-orang berdoa agar sinode itu menunjukkan kepada dunia “bagaimana pengalaman pernikahan dan keluarga yang kaya dan membahagiakan.”

Ia juga berdoa, semoga para anggota sinode  ”merangkul orang-orang yang berada dalam situasi kerentanan dan kesulitan,” tidak melupakan mereka yang menderita akibat “perang, penyakit, kesedihan, hubungan terluka dan hancur.”

Paus Fransiskus berdoa, semoga sinode itu akan menemukan cara untuk menangani keluarga yang bercerai “ dan setiap keluarga, bahwa Injil selalu merupakan ‘kabar baik’, yang memampukan kita untuk memulai kembali.” (Ucanews.com/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Ada dua perkara dalam kehidupan keluarga yaitu perkara Janji serta perkara tepat janji, atau lebih khusus paerkara cinta dan kesetiaan, keduanya harus seiring sejalan, sebab di mana kesetiaan tak berkobar di sanalah cinta menjadi pudar. Persoalan kita adalah mudah menebar janji dan gampang mengikarnya. Hal ini terjadi bukan saja dalam kehidupan rumahtangga tetapi juga dalam kehidupan sosial serta lebih lagi dalam duania politik. Wassalam.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini