Rencana Rute Penerbangan Kupang-Darwin Dikritik Anggota DPRD NTT

1
641
NTT menggalang kerja sama Indonesia, Timor Leste dan Australia

Floresa.co – Rencana pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur membuka jalur penerbangan dengan rute Kupang-Dili-Darwin dikritik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) setempat.

Pembukaan rute penerbangan tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama trilateral antara Indonesia, Timor Leste dan Australia yang digagas pemerintah provinsi NTT. Dengan adanya rute penerbangan langsung itu, diharapkan bisa mengongkrak kunjungan wisatawan ke NTT.

BACA Juga: Ini Bentuk Kerja Sama Indonesia, Timor Leste dan Australia

Inosensius Fredi Mui, anggota DPRD NTT mengaku pesimis kerja sama itu bisa mendongkrak perekonomian NTT.

“Saya pesimis program kerja sama segitiga emas akan berhasil,” kata Inosensius kepada Floresa.co, Minggu (4/10/2015).

Seharusnya pemerintah, kata dia, membangun kerja sama dengan dua negara tersebut dengan memetahkan terlebih dahulu potensi wisata dari 21 kabupaten/kota di provinsi NTT.

“Seharusnya jalur yang dibuka adalah Darwin- Labuan Bajo-Alor,” tegas anggota DPRD NTT dari partai NasDem itu.

Dikatakan, Labuan Bajo yang merupakan ibu kota kabupaten Manggarai Barat (Mabar) merupakan salah satu daerah wisata terbesar di NTT dimana terdapat binatang purba komodo.

Demikian juga dengan Alor, menurutnya, merupakan salah satu daereah wisata yang terkenal dengan keindahan lautnya.Mabar dan Alor di NTT sangat terkenal di negara Australia

“Sehingga kalau jalur itu dibuka maka wisatawan yang ke Labuan Bajo via Bali akan berkurang karena ada penerbangan akses langsung ke Mabar,” katanya.

Inosensius mengaku, wisatan masuk ke NTT kebanyakan ingin melihat binatang komodo dan beberapa tempat pariwisata di pulau Flores.

Ia sangat mengharapkan agar pemerintah provinsi NTT segera memikirkan kembali soal rute penerbangan dalam kerja sama dengan negara tetangga tersebut.

Hal tersebut dilakukan agar penerbangan tersebut tidak mubazir dan tidak mampu mendongkrak pendapatan sektor pariwisata di NTT.

Sebelumnya dikabarkan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu mengakatakan, untuk mengembangkan potensi ekonomi NTT, terutama pariwisatanya, pemerintah provinsi sudah mengggalang kerja dengan dua negara yang bertetangga dengan provinsi ini, yaitu Timor Leste dan Australia.

“Saat ini, provinsi kita (NTT) sedang men-drive kerja sama internasional antar Timor Leste, Indonesia, dan Australia,”ujar Jelamu saat menyampaikan kata sambutan dalam acara wisuda mahasiwa STKIP Ruteng, Sabtu (26/9/2015).

Jelamu yang hadir sebagai Pejabat sementara (Pjs) Buapti Manggarai ini mengatakan salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah membuka jalur penerbangan langsung dari Kupang ke Dili dan Darwin di Australia. Dengan adanya penerbangan langsung ini, lalulintas manusia dan jasa akan makin lancar dan diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi NTT.

“Rencana kita ke depan ialah pembukaan jalur-jalur penerbangan dari Kupang-Dili-Darwin. Kemudian, Jakarta-Denpasar-Kupang-Dili-Darwin, atau sebaliknya,”ujar Jelamu yang menjabat sebagai ketua tim negosiasi kerja sama tiga negara ini.

Selain membuka akases penerbangan antar tiga negara, NTT juga memiliki target membuka akses dengan negara-negara di Pasifik selatan. Pembukaan jalur penerbangan ini diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke NTT.

“Nusa Tenggara Timur tidak boleh kalah. Karena kita memiliki branding internasional yang dikenal. Di bagian barat ada Komodo. Di bagian timur ada prosesi Samana Santa, di bagian tengah ada danau Kelimutu, di Manggarai ada Wae Rebo,”ujarnya. (Ardy Abba/PTD/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. tak peduli turisnya datang dari australia atau dari langit atau dari kampong bajau, yang penting turisnya bukan “turis bekas”
    jikalau turisnya bisa langsung ke NTT maka sebagian besar uangnya akan langsung di belanjakan nya di NTT tapi kalau kita hanya menunggu turis bekas dari bali atau dari lombok maka kita akan menunggu sangat lama untuk melihat dampaknya dalam perekonomian NTT karena sejauh ini turis hanya belanjakan uang recehan di NTT hanya dari sisa belanjaan nya di bali atau di lombok.
    salut buat semua penggagas ide kerjasama trilateral ini semoga berhasil

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini