Deno Kamelus sedang berdialog dengan seornag ibu di Cibal Barat, Minggu (4/10/2015)

Ruteng, Floresa.co – Pasangan calon bupati Manggarai, Flores, Deno Kamelus-Victor Madur, akhir-akhir ini gencar melontarkan kritikan soal praktik dagang komoditi di daerah itu.

Menurut Deno Kamelus, selama ini, pembeli komoditi petani, seperti kopi, cengkeh, kemiri dan lainnya di Manggarai dikuasai segelintir pembeli. Deno menyebut praktik tersebut monopsoni.

Celakanya, kata Deno, diantara para pembeli itu memiliki hubungan kekerabatan, sehingga diantara mereka terjadi kolusi dalam penentuan harga beli komoditi dari petani.

BACA Juga: Deno: Monopsoni Menyebabkan Petani Miskin

 

Victor Madur, calon wakil bupati yang persangan dengan Deno, mengatakan, bila pasangan ini terpilih, pemerintah daerah akan ikut ambil bagian dalam mengatur tata niaga perdagangan komoditi.

“Ke depan, kita punya konsep, tata niaga komoditi atau hasil bumi rakyat itu, coba lebih diefisienkan,”ujar Victor kepada Floresa.co, Senin (5/10/2015).

Madur mengatakan, tata niaga komoditi ini akan diperpendek.”Jangan lagi petani atau produsen itu mendatangi Pedagang Antar Pulau (PAP), nanti kita bentuk pos-pos. Apa gunanya kehadarian PT Manggarai Multi Inevstasi (MMI),”ujarnya.

Nanti, kata Victor peran perusahaan milik pemerintah Kabupaten Manggarai ini akan diperkuat dengan ikut terlibat dalam perdagangan komoditi di Manggarai.

“Supaya harga yang diterima petani atau produsen itu, sedikit menguntungkan,”ujarnya.

MMI kata dia nanti akan berperan dalam perdagangan komoditas antar pulai dari Manggarai. (Petrus D/PTD/Floresa)