Deno-Madur akan Jadikan BUMD MMI untuk Dagang Komoditas

6
587
Deno Kamelus sedang berdialog dengan seornag ibu di Cibal Barat, Minggu (4/10/2015)

Ruteng, Floresa.co – Pasangan calon bupati Manggarai, Flores, Deno Kamelus-Victor Madur, akhir-akhir ini gencar melontarkan kritikan soal praktik dagang komoditi di daerah itu.

Menurut Deno Kamelus, selama ini, pembeli komoditi petani, seperti kopi, cengkeh, kemiri dan lainnya di Manggarai dikuasai segelintir pembeli. Deno menyebut praktik tersebut monopsoni.

Celakanya, kata Deno, diantara para pembeli itu memiliki hubungan kekerabatan, sehingga diantara mereka terjadi kolusi dalam penentuan harga beli komoditi dari petani.

BACA Juga: Deno: Monopsoni Menyebabkan Petani Miskin

 

Victor Madur, calon wakil bupati yang persangan dengan Deno, mengatakan, bila pasangan ini terpilih, pemerintah daerah akan ikut ambil bagian dalam mengatur tata niaga perdagangan komoditi.

“Ke depan, kita punya konsep, tata niaga komoditi atau hasil bumi rakyat itu, coba lebih diefisienkan,”ujar Victor kepada Floresa.co, Senin (5/10/2015).

Madur mengatakan, tata niaga komoditi ini akan diperpendek.”Jangan lagi petani atau produsen itu mendatangi Pedagang Antar Pulau (PAP), nanti kita bentuk pos-pos. Apa gunanya kehadarian PT Manggarai Multi Inevstasi (MMI),”ujarnya.

Nanti, kata Victor peran perusahaan milik pemerintah Kabupaten Manggarai ini akan diperkuat dengan ikut terlibat dalam perdagangan komoditi di Manggarai.

“Supaya harga yang diterima petani atau produsen itu, sedikit menguntungkan,”ujarnya.

MMI kata dia nanti akan berperan dalam perdagangan komoditas antar pulai dari Manggarai. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

6 Komentar

  1. Mudah utk diucapkan pak…nnti klu pt MMI beli kopi dri petani trus mau diantar pulaukan kemana pak…pengusaha siapa yg terima di plau jawa….trus seperti apa jg trik utk menghadapi spekulan di tingkat pengekspor pak…jgn smpe kata2 ini hnya utk lembu nai wktu kampanye saja….tentu bpk tau persis jg nasibnya PD Komodo Jaya bgmna….klu dipikir2 jga lbh enak di omong saja…istilahnya dimna ite slm 10 thun necch….tidur ko…

  2. Sudahkah MMI ini dikaji dulu?apakah bisa efektif?jangan2 nasibnya sama dg komodo jaya.kinerja BUMD harus ditata lg, trrmasuk PDAM.pemerintah harus tegas dan serius jgn cuma saat kampanye bgni.

  3. Oohhhhh, Bapak mau jadikan PT MMI jadi pembeli dan distributor tunggal ya? Apa bedanya dengan Monopsoni Pak?yang terpenting dalam mendapatkan harga yang bagus adalah bagaimana komoditas -komoditas di Manggarai ditingkatkan grade mutunya pak. Didik petani bagaimana meningkatkan mutu komoditas agar harganya bagus. Saya ambil contoh salah satu komoditas kita; Vanilla. Kebutuhan dunia akan komoditas ini baru terpenuhi 2% Pak. mutu komoditas ini dari daerah kita yang jelek dan penuh kecurangan menyebabkan sepihnya pembeli membeli Vanilla dari daerah kita. Saya akan angkat jempol bila PT MMI membentuk plasma di daerah kita untuk berbagai jenis komoditi, dan bukan hanya membeli. Maaf, Saya cukup lama bekerja di Perusahaan besar agrobisnis level nasional dan internasional sebelum menjadi pengajar…….

  4. Saya pikir kita harus bersikap dewasa dalam menghadapi program kerja pasangan calon manapun. Tinggalkan gaya mencibir ala orang manggarai ( mbeis). Tapi berikan pemikiran konstruktif. Kalau ada yang kurang dari program pemerintah manggarai,kita sebagai masyarakat manggarai janganlah “MBEIS” tapi berikan saran anda,pemikiran yang konstruktif. Kalau sekedar mbeis semua orang juga bisa.

  5. Pengaruh kuat bail mbeis ata kole calon pemimpin dite hitu ew…seolah2 tdk ada yg baiknya pedagang yg beli hasil bumi petani kita…kita berpikir realistis saja ew…knapa istilah Monopsoni perdagangan baru kluar dri mulutnya seorang calon bupati disaat proses pilkada bgini…dmna mata mreka 10 thun ini…klu mnurut mreka harga pedagang tidk manusiawi kpd petani…knpa dari dulu tidk gerakan KUD yg ada utk menampung hasil petani atw knpa dri dulu tdk ada upaya utk bentuk tu MMI…knpa bru ngalor ngidul ke tiap kampung wacanakan bntuk tu MMI disaat kampanye bgini…yg arahnya utk bersaing dgn pedagang nntinya…yg mirisnya lgi..klu uang sp3 nya diterima…woko kmpanye ga tombo daat ngasang data kole ga…urus Komodo jaya saja sdah keteteran…hitu wa kole mw bntuk MMI kole ga….asi tmbo muing Dendam Membara hitu ta d andaikan ite terpilih nnti krena sma msyarakat jg twu yg jdi penantangnya ite tu pdgang yg ite sebut monopsoni tu.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini