Di Cibal, Deno Kembali Lontarkan Kritikan Soal Monopsoni

5
617
Deno Kamelus sedang berdialog dengan seornag ibu di Cibal Barat, Minggu (4/10/2015)

Floresa.co – Calon bupati Manggarai Deno Kamelus kemblai melontarkan kritikannya soal praktik monopsoni. Di sela-sela kampanyenya di sejumlah kampung di Cibal Barat, Deno mengatakan praktik dagang ini menyebabkan rakyat jatuh miskin.

“Rakyat miskin karena monopsoni. Bersama rakyat melawan monopsoni,”tulis Deno di status Blacberry Massenger (BBM)-nya, Minggu (4/10/2015).

Bersama tulisan itu, Deno menampilkan gambar sedang berdialog bersama seorang ibu yang sedang mengurusi komoditas, yang diperkirakan kemiri, salah satu komoditas unggulan di wilayah Cibal Barat.

Deno belum bisa dimintai keterangan lanjutan soal statusnya BBM-nya ini. Tapi sebelumnya, kepada Floresa.co, ia mengatakan, hari ini dirinya melakukan kampanye di Ndoso, Pelas, Rengket, Lamba, Gurung dan Pedeng. Semua kampung ini berada di wilayah Cibal Barat.

BACA Juga: Deno: Perdagangan Komoditas di Manggarai Dikuasai Segelintir Pembeli

Sebelumnya, Deno sudah melontarkan kritikan serupa soal praktik monopsoni. Pada kampanye di rumah adat Tadong,Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Minggu (27/9/2015), ia mengatakan perdagangan komoditi di Manggarai dikuasai segelintir pembeli.

Deno menjelaskan, praktik monopsoni merupakan sebuah istilah dalam pasar, dimana terdapat banyak penjual tetapi hanya satu, dua, dan tiga pembeli saja. Akibatnya, pedagang selaku pembeli komoditas petani menentukan harga sesuka hati.

Di depan ratusan massa yang hadir dalam kegiatan kampanye, calon bupati yang berpasangan dengan Victor Madur tersebut menjelaskan, salah satu penyebab harga komoditas pertanian seperti kopi, cengkeh,vanili dan lain-lain terus menurun disebabkan penerapan sistem monopsoni tersebut.

Kata dia, pembeli atau pedagang mengatur sesuka hati atas harga komoditas pertanian.Sistim ini, kata dia,berlaku di Kabupaten Manggarai.

Bahkan, menurutnya, tahun ini harga cengkeh hanya Rp 80.000 per kilogram.

“Yang beli hanya sedikit orang,kalau bukan bapa,mama,anak mantu,anak,tante dan sebagainya. Dan mereka yang mengatur harga sebelum menjual. Mereka sepakat saja,harga diatur sesuka hati,”ujarnya. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

5 Komentar

  1. Manggarai bukan baru akan terbentuk. Manggarai sudah puluhan tahun usianya. Pemerintahan selama ini tentu sudah mengetahui semua kindisi tentang manggarai termasuk soal harga komoditi di kabupaten ini. Sya kira yg perlu dijelaskan adalah Apa yang sudah dibuat untuk mengatasi persoalan ini dan hal serupa lainnya. Jelaskan saja itu, jangan menciptakan kesan “buruk muka cermin dibelah”. I proud of DM, just do (say) the best, u’ll be the winner.

  2. mane tanah hoo ge tuang, asi tombo toe mopo situ, tombo kali ga kudut cama2 pande geal Manggarai hoo, toe manga guna tombo situ, ntaung lau, liwa sina ho’o keta kin ami sebagai petani mose landing mberes weki kawe harga hasil so’ot weri dami, toe manga cumang tuang ite kudut ator harga hasil weri dami, Ite tuang kali gaaaaaaa…….toe celung mori meu…. toe caling mendi ami, co’0m do-do rombu tuang meu, petani kin ami, landing cama2 kudut rombu ami ite tuang hitu, eme nganceng sendo le tuang taki etan, co’om kong ciri tuang taung kaut ite tuang meu sua (2), kudut cama2 ator harga hasil weri dami, rantang mangkong tau salah, ai tae de tuan hot berkuasa 10 taung monopsoni, taeng tuang meka landang weru, ai nia tuang ite selama 10 nta-ung hoo, ooooo roeng co’om pande tuang taung kaut tuang so’o sua (2), kudut tuang ca ata tombo turuk agu roeng cara weri tanaman perdagangan, tuang can kolega kudut lako neteng kampong tombo harga, ai kudut adil

  3. Kata dia, pembeli atau pedagang mengatur sesuka hati atas harga komoditas pertanian.Sistim ini, kata dia,berlaku di Kabupaten Manggarai. ole tua ite sudah tau ite dan sudah 10 tahun ite jadi wakil bupati manggarai, kenapa sekarang baru suarakan itu? saya sangat mencurigai ite juga ikut bermain kan ite hitu atau caun landuk de manggarai…..kedaulatan pangan kami para petani manggarai sepertinya ite permainkan gu ise kraeng pembeli yang segelintir tadi…..danong hau ge Deno kenapa baru sekarang baru pura-pura sadar…..

  4. Lebih baik mono dari pada poli ! Contohnya MONOtheis (mengakui 1 Tuhan), MONOgami alias punya 1 istri… Benarkan om Deno…?

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini