Selama ini Puncak Waringin Setor Rp 150 Juta per Tahun ke Pemda Mabar

Penyebab kebakaran masih misterius

1
418
Hotel Puncak Waringin setelah kejadian kebakaran Jumat (2/10/2015) dini hari. (Foto: Sirilus Ladur/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Hotel Puncak Waringin di Labuan Bajo yang terbakar dini hari tadi, sekitar pukul 00.15 WIB, selama lima tahun terakir dikelolah CV Permata Waringin.

Pemda Manggarai Barat (Mabar) selalu pemilik aset mendapatkan setoran sebesar Rp 150 juta per tahun dari pihak ketiga.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Aset Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), Mabar, Flori Nabu di Labuan Bajo, Jumat (2/10/2015).

Flori enggan mengomentari kejadian terbakarnya hotel tersebut dini hari tadi. “Itu bukan domain kami,”ujarnya.

BACA Juga: Hotel Milik Pemda Mabar yang Terbakar, Ditelantarkan Sejak Awal Tahun

Flori mengatakan saat ini, PPKAD sedang melalukan proses pelelangan aset tersebut, setelah sebelumnya masa kontrak dengan CV Permata Waringin berakhir. Perusahaan tersebut mengelola Hotel Waringin selama lima tahun dan berakhir tahun lalu.

“Kami di Aset sekarang lagi mau melakukan proses pelelangan untuk dikontrak lagi,karena pengusaha yang lama sudah selesai masa kontrak dengan daerah,”ujar Flori.

Penyebab Kebakaran Masih Misterius

Sejak habis masa kontrak dengan CV Permata Waringin, sejak Januari 2015 lalu, aset berharga ini nyaris ditelantarkan oleh Pemda Mabar.

Pengakuan warga di sekitar lokasi, selama ini tak ada penjagaan dari pihak pemerintah terhadap aset tersebut.

Namun, Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Mabar, Fransiskus Partono mebantah tak ada penjagaan.

“Kami dari Pol PP sejak dari Juli 2015 melakukan piket penjagaan di hotel Puncak Waringin,”ujar Partono di Labuan Bajo.

Partono mengatakan semalam petugas yang mendapat giliran menjaga bernama Petrus Fudelis. Menurut keterangan penjaga, kata Partono, kebakaran semalam terjadi sekitar pukul 01.00 Wita.

“Penyebabnya (kebakaran) tidak diketahui,”ujar Partono.

Ia mengatakan selama ini kendala yang dihadapi petugas jaga adalah tidak adanya tempat khusus petugas jaga.

Ia juga mengaku kondisi aset tersebut selama ini sudah banyak yang rusak, seperti pintu, kaca jendela. Bahkan di dinding hotel ditemukan banyak coretan.

Kasatreskrim Polres Mabar, AKP Alfred Sabungan Banjar Nahor mengatakan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian di lokasi Hotel Puncak Waringin tadi malam.”Kejadian kebakaran tepat pukul 00.15 Wita,”ujarnya.

Alfred mengatakan, menurut keterangan saksi di lokasi kejadian atas nama Antonius Maria Zakaria, percikan api mulai terlihat di lantai 2, kamar pertama. Lalu, menyebar ke kamar hotel lainnya.

Ia mengungkapkan total kamar yang terbakar ada 5 termasuk atap seng dan teras lantai dua hotel.

“Untuk sementara kami dari Polres Mabar sedang melakukan identifikasi penyebab kebakaran. Kami juga melakukan uji laboratorium di Kupang,tapi kami rangkumkan semua data data dulu,dan untuk di lokasi kejadian kami sudah memsang police line,”ujar Alfred.

Soal jumlah kerugian, Alfred mengatakan penyidik akan berkoordinasi dengan pemerintah. (Sirilus Ladur/PTD/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. inilah salah 1 contoh lagi….diamnya pemkab mabar untuk mengelola aset…selama pemerintahan agustinus duka(bukan dula)…..maka….duka selalu ada di mabat

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini