Potret infrastruktur di Manggarai Timur. Kondisi jalan menuju pusat pemerintahan Manggarai Timur di Lehong (Foto: George Guru/Facebook SRMT)

Borong, Floresa.co – Pemerintah kabupaten Manggarai Timur kembali merencanakan pembelian sejumlah unit mobil dinas untuk operasional pemerintahan. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2016, setidaknya ada tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengusulkan membeli mobil dinas.

Tujuh SKPD tersebut adalah Bagian Organisasi, Bagian Hukum, Bagian Kesra, Bagian Ekonomi, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaraga (PPO), Dinas Pertanian dan Peternakan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

BACA Juga: 7 SKPD di Matim Ajukan Usulan Beli Mobil Mewah

Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Timur, Mateus Ola Beda mengatakan Dinas PPO saat ini memang sudah memiliki kendaraan dinas. Namun, kondisinya sudah tak layak. Sementara di sisi lain, tanggung jawab operasional Dinas PPO sangat besar. “Biaya pemeliharaannya (kedaraan) jauh lebih besar,”ujar Mateus kepada Floresa.co, Kamis (1/10/2015).

Empat SKPD lainnya, menurut Mateus, selama ini sama sekali belum memiliki kendaraan dinas. Empat SKPD itu adalah Bagian Organisasi, Bagian Hukum, Bagian Kesra dan Bagian Ekonomi.

Sedangkan, kendaraan dinas di Satpol PP kata dia meski kondisinya sudah rusak, tetapi masih bisa digunakan. Kemudian, untuk Dinas Pertanian dan Peternakan, kata dia, juga ada usulan pengadaan. Karena kendaraan dinas yang sebelumnya tak sesuai dengan medan jalan di Manggarai Timur.

Terkait anggaran, ia mengatakan belum bisa dipastikan karena rencana pengadaan mobil dinas ini masih dibahas bersama anggota DPRD Manggarai Timur.

“Tapi kita mengharapkan kalau mobil untuk Manggarai Timur ini dengan kondisi medan begini, kalau kita pengadaan mobil Avanza atau Innova, sudah tidak bisa untuk operasional wilayah begini. Jadi, kita mau, kalau uang memungkinkan, kita harapkan nilainya Rp 400-an juta,”ujarnya.

Namun, ia mengatakan terbuka kemungkinan juga membeli mobil dinas yang harganya dibawah Rp 400 juta. “Artinya, bukan untuk gagah-gagahan, ini mobil kan untuk operasional. Kalau kita bandingkan dengan daerah lain seperti di luar NTT, mungkin dianggap ini mobil mewah, tapi kan kita di sini, dengan medan seperti ini, kalau kita beli yang di bawah Rp 400 juta, tanpa derek, sama saja memang. Artinya, bisa untuk operasional, tapi tidak bisa di medan yang berat,”ujarnya. (Petrus D/PTD/Floresa)