Dugaan Korupsi Lando-Noa, Masyarakat Setempat Dukung Polres Usut Tuntas

Masyarakat kecewa karena meski menelan dana miliran rupiah tetapi banyak titik jalan yang masih rusak parah

0
485
Jalur Lando-Noa di Manggarai Barat, salah satu jalan provisi yang rusak parah. Gambar ini dipotret Floresa.co, Selasa (22/9/2015)

Labuan Bajo, Floresa.co – Masyarakat di sekitar ruas jalan Lando-Noa mendukung upaya penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek jalan tersebut. Mereka berharap penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Barat (Mabar) menuntaskan pengusutan kasus ini.

Sejumlah warga yang ditemui Floresa.co pada Selasa (22/9/2015)kemarin mengaku sangat kecewa dengan buruknya pengerjaan jalan tersebut. Padahal, dana yang dianggarkan dari APBD II tahun 2014 sebesar Rp 4 miliar.

BACA Juga: Habiskan Dana Rp 4 Miliar, Kondisi Jalan Lando-Noa Masih Memprihatikan

Warga menilai proyek tersebut hanya menghamburkan uang negara tanpa mengutamakan asas manfaat. Warga  sendiri,tercengang dengan dana miliaran yang di gelontorkan untuk perbaikan jalan Lando-Noa ini.

Karena itu, Remi, warga kampung Loha mengatakan mendukung langkah Tipikor Polres Mabar dalam mengusut dugaan korupsi proyek Lando Noa. ”Di daerah kami ini tidak pernah ada longsor,ruas jalan ini dataran tinggi. Sangat disayangkan uang bermilliaran,hasil kerjanya seperti sekarang ini, ujar Remi.

Menurut Remi, rendahnya kualitas pengerjaan proyek Lando-Noa akibat pengawasan pemerintah tidak ketat.”Kalau pemimpinya tidak tegas,maka kontraktornya kerja semaunya sendiri.”

Remi berharap kepada Tipikor Polres Mabar, mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengerjaan proyek di desanya itu.”Siapapun mereka, harus bertangung jawab.”

Kosmas Darut, warga desa Compang mengatakan kondisi jalan Lando-Noa sudah rusak. Bahkan di desa Compang sendiri,hanya dikerjakan beberapa meter saja dan sekarang sudah mulai rusak.”Baru tahun lalu dikerjakan,tetapi sudah rusak,”ujarnya.

Remigius Ampas, staf Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar menuturkan masyarakat Loha sangat kecewa. Kata dia warga pernah pernah komplin namun tidak digubris oleh para pekerja jalan. ”Waktu kita minta kerja lagi di bagian yang rusak, mereka tidak mau karena mereka hanya kerja sesuai perintah kontraktor,” ujar Ampas.

Menurut Ampas, buruknya kualitas jalan Lando-Noa yang dikerjakan CV Sinar Lembor Indah, akibat kelalaian pemerintah. ”Kita berharap pemda Mabar tegas, menindak kontraktor yang kerja tidak mengutamakan kepentingan masyarakat.” (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini