Direktur CV Sinar Lembor Diperiksa, Peran Gusti Dula Makin Terang

Vinsen selaku direktur CV Sinar Lembor Indah ditelpon langsung Bupati Agustinus Ch Dula untuk kerjakan proyek Lando-Noa

10
3707
Kondisi Deker Humpang di kampung Loha, Desa Loha. Sudah tiga kali diperbaiki, tapi kondisinya tetap rusak (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Direktur CV Sinar Lembor Indah, Vinsen diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Barat (Mabar), Rabu (23/9/2015), dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar.

CV Sinar Lembor Indah adalah kontraktor yang mengerjakan proyek senilai Rp 4 miliar itu pada tahun 2014 lalu.

Perusahaan ini mengerjakan proyek tersebut tanpa tender alias penunjukan langsung.

Vinsen tiba di Polres Mabar, sekitar pukul 11.00 Wita. Ia langsung diperiksa di ruangan Kasat Reskrim oleh Tim Tipikor Polres Mabar.

Di sela pemeriksaan, saat istirahat, Vinsen membeberkan proses pengerjaan jalan itu.

Menurutnya, selaku penyedia jasa, dirinya diminta langsung oleh Mantan Bupati Agustinus Ch Dula untuk segera mengerjakan proyek Lando Noa, meskipun belum ada mekanisme penawaran atau proses melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).

”Pak Bupati telepon saya, agar segera kerja proyek Lando-Noa karena mendesak. Soal adminstrasi belakangan, yang penting segera kerja. Padahal saat diperintah kerja, belum diketahui nilai proyek tersebut,” ujar Vinsen

Karena diperintah Bupati, CV Sinar Lembor pun langsung ke lokasi.

”Ketika sudah mulai kerja, baru diproses seluruh administrasinya di Dinas PU,” ujarnya.

Dikatakan Vinsen, bahwa penunjukan langsung  ke kontraktor dilakukan, setelah pihaknya sebagai penyedia jasa sudah mulai bekerja.

”Waktu kita kerja menggunakan uang sendiri, karena kita belum tahu berapa jumlah anggaran yang disediakan. Namun, karena ini perintah joker, kita langsung oke saja,” ujarnya.

Selain diperitah Gusti Dula, Vinsen mengaku sempat di minta Ketua DPR Matheus Hamsi untuk mengerjakan proyek Lando-Noa. Namun, dirinya tidak mengindahkan.

”Waktu Pak Matheus Hamsi telepon suruh kami segera kerja di Lando-Noa, demi kebutuhan masyarakat, kami ragu-ragu. Ketika Bupati Gusti Dula yang suruh, kami siap, langsung kerja saat itu juga,” ujarnya.

Vinsen juga menampik perusahaannya berstatus CV. Ia menegaskan perusahaannya berstatus Perseroan Terbatas (PT).

Ketika ditanya mengapa ketika sedang ditangani polisi, baru mulai memperbaiki lagi, padahal masa pemeliharaan berahkir bulan April lalu, dan sepanjang Mei hingga Agustus 2015 tidak diperbaiki, ia mengatakan, ”Kita belum FHO. Itu merupakan tanggung jawab penyedia jasa.”

Selama ini, Kata Vinsen, dirinya sudah berkali-kali memperbaiki jalan Lando-Noa itu.

”Kami sudah perbaik sebanyak lima kali, selain karena tanggung jawab, juga atas perintah Dinas PU,” tuturnya.

Selain Vinsen, dua kepala dinas juga turut diambil keterangan hari ini yaitu Kepala Dinas PU, Agus Tama dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Hans Sodo.

Setiba di Polres, Agus Tama tampak tegang. Pertanyaan dari awak media tak ia gubris. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

10 Komentar

  1. Komentar: usut juga kasus proyek2 lain di Mabar yg bearoma tak sedap, agar ke dpnx gk ada yg main2 lg dg uang rakyt.

  2. ooooo… begini rupanya gusti dulah…pantas selama ini diam2 saja…ternyata kerja bukan untuk memajukan mabar…hanya semata memperkaya diri sendiri….penjara siap menantimu gusti…iseperti dahulu mendiang kakak kamu yg sudah mampus

  3. Kami minta usut juga kasus air minum di mabar. Banyak program pemerintah yg tidak tepat sasaran hanya memperkaya diri dan kelompok tertentu. Sya yakin dn optimis para penegak hukum akan bekerja sesuai profesionalisme mereka. Dan kita sebagai rakyat harus mendukung dan membantu pekerjaan para penegak hukum agar koruptor di Mabar Punah serta tidak ada cikal bakal lagi.
    Masih banyak kasus korupsi yg ada dimabar yg belum tercium publik. Kami berterima kasih atas pemberitaan dari media online agar kami masyarakat mengerti apa yg sebenarnya terjadi.. Maju terus media.. Terus update beri yg fakta dan aktual.

  4. Kapan ada tersangkanya pak??ini Ibarat kentut Pak”memang wujudnya tidak kelihatan tapi harum aroma buruknya dirasakan banyak orang.

  5. Sebagai rakyat MABAR kami berharap hukum harus di tegakan,jangan tebang pilih,kasus proyek Lando Noa adalah salah satu dari sekian banyak proyek yg sarat unsur KKN. AYO TIPIKOR POLRES MABAR kamu bisa!!!

  6. Alhamdullilah Gusti dulahhh… tau begini terpaksa kami berpaling darimu pak.. mau jd apa mabar jika terpilih lgi seorang trsandung KKN,?? skrg mantan rakyatmu menangis dan kcewa.

  7. saya agustinus duka: anda harus patuh perintah saya,,,saya perintahkan agar jalankan semua yg saya perintah,,,selagi saya bupati kan saya harus memperkaya diri…termasuk membuat proyek akal2an…agar uang kampanye untuk pencalonan kembali bisa terkumpul…..meskipun nantinya saya dijebloskan penjara karena ketahuan….namanya juga usaha,,,,ha ha ha….

  8. Orang macangg pacar sdh tidak diperhatikan oleh gusti abdulah dan gasis malah perahpula uang proyeknya, palingkoyol klu pilih lg mereka berdua, yg untung mereka yg dapat jabatan rakyat mati terus cari yg lain tp bkn arogan ptg kopi dan ijasah aspal, hidup mabar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini