Habiskan Dana Rp 4 Miliar, Kondisi Jalan Lando-Noa Masih Memprihatikan

Patut diduga, beberapa titik yang merupakan bagian dari paket Lando-Noa sama sekali tidak dikerjakan

1
469
Kondisi Deker Humpang di kampung Loha, Desa Loha. Sudah tiga kali diperbaiki, tapi kondisinya tetap rusak (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa)

Labuan Bajo,Floresa.co – Kondisi jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat masih rusak parah di sejumlah titik. Padahal ruas jalan provinsi tersebut sudah diperbaiki dengan menggunakan dana APBD II pada tahun 2014 lalu senilai Rp 4 miliar.

Proyek jalan Lando-Noa dikerjakan oleh CV Sinar Lembor Indah pada 2014. Masa pemliharaan proyek tersebut selesai pada April 2015. Saat ini, ketika CV Sinar Lembor Indah, kembali melakukan pengerjaan di beberapa titik, kondisi jalan tersebut masih saja rusak.

Pantauan Floresa.co pada Selasa (22/9/2015), dua deker di ruas jalan itu masih rusak. Bagian tembok, salah satu deker sudah jebol. Sedangkan deker di Humpung sudah dikerjakan tiga kali, namun hari ini masih terlihat bolong dan hanya ditutupi batu. Di beberapa titik, bagian aspal sudah terkelupas.

Patut diduga, beberapa titik yang merupakan bagian dari paket Lando-Noa sama sekali tidak dikerjakan. Seperti di dua kampung yakni kampung Loha, Desa Loha dan kampung Compang, Desa Compang. Kondisi jalan di dua desa itu sama sekali tidak tersentuh pengerjaan proyek pada 2014 itu. Fokus pengerjaan jalan hanya di hutan Longko, Desa Loha yang terletak di perbatasan Desa Loha dan Desa Compang.

Kepala Dinas PU Agus Tama, mengaku pengerjaan paket Lando-Noa, titik awalnya dari deker Humpung di Kampung Loha, Desa Loha di perbatasan kecamatan Boleng hingga mencapai Desa Compang.

”Memang tidak semua titik di Compang dikerjakan, hanya beberapa titik saja, pengerjaan hampir sampai di Noa,”ujar Tama.

Helmi Gius, warga kampung Loha mengatakan sudah berkali-kali memberi masukan kepada pekerja yang mengerjakan jalan Lando-Noa, namun tidak ditanggapi.

”Mereka sudah tiga kali perbaiki deker Humpung,tetapi sampai sekarang tetap saja masih jebol. Yang mereka kerjakan asal-asal saja,bahkan pernah beradu mulut dengan warga Loha” ujar Helmi.

Menurut Helmi,tiga hari lalu tenaga kerja dari CV Sinar Lembor Indah kembali mengerjakan deker Humpung,tetapi hanya ditutupi dengan batu. ”Mereka hanya tutup pakai batu saja,tidak cor, sehingga tidak salah kalu masih rusak,”ujar Helmi

Dirinya berharap kepada penegak hukum, agar menuntaskan dugaan korupsi Lando-Noa. “Kalau bisa tolong usut semuanya,siapapun mereka,”kata Helmi

Pantaun Floresa.co, Selasa (21/9/2015),beberapa tenaga kerja dari CV Sinar Lembor Indah sedang memperbaiki jalan Lando-Noa, tepatnya di Longko, Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar.

Salah satu tenaga Kerja mengatakan, sudah kembali bekerja memperbaiki jalan yang rusak sejak tiga hari lalu atas perintah CV Sinar Lembor Indah.

Sementara itu, pada Selasa (21/9/2015), Tipikor Polres Mabar kembali memeriksa tiga orang saksi terkait dugaan korupsi proyek Lando-Noa. Tiga orang yang diperiksa ini adalah anggota PHO, salah satu diantaranya pernah diperiksa pekan lalu. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. gusti dula…apa yg anda hasilkan selama 5 tahun menjabat bupati?? NOL BESAR….yg ada hanya memperkaya diri sendiri….dasar koruptor

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini