Tini Thadeus, Jangan Bawa “Bencana” di Pilkada Mabar!

6
1129
Tini Tadeus

Floresa.co – Penjabat Bupati Manggarai Barat (Mabar) Tini Thadeus telah melempar bola panas ke tengah publik yang kini sedang dalam proses menuju Pilkada 9 Desember mendatang.

Pada Jumat malam (18/9/2015), dalam sambutan sebuah pesta nikah di Labuan Bajo, ia menyampaikan pernyataan yang menggiring tamu pesta untuk mendukung kandidat tertentu.

“Jangan lupa tanggal 9, itu pilih satu,” katanya. Ia memilih jedah sejenak, baru kemudian melanjutkan, “Di antara lima. Kalau pilih dua, dua begitu, atau tiga, empat, itu suara rusak. Pilih satu di antara lima. Silahkan terjemahannya apa, saya tidak tahu,” katanya.

BACA: Di Pesta Nikah, Pjs Bupati Mabar Promosikan Kandidat Tertentu

Ketika Floresa.co menghubungi Tini dan menyebut bahwa pernyataan itu bisa menuai persolan, karena menunjukkan keberpihakannya pada calon tertentu, Tini membela diri. Menurutnya, pernyataan itu salah ditafsir, diinterpretasi secara keliru.

BACA: Pjs Bupati Mabar Bantah Promosikan Kandidat Tertentu

Tini tentu saja punya hak untuk menyatakan apa sebenarnya yang ia maksud dengan pernyataan demikian. Namun, yang jelas, bila memakai standar cara berpikir yang berlaku umum, kesan menggiring dalam pernyataan itu sudah sangat kentara.

Entahlah, mengapa kemudian Tini mencap publik salah menafsir, ketimbang mengaku diri telah ceroboh dan gagal memposisikan diri sebagai pemimpin Mabar yang mestinya berdiri sebagai pihak yang netral dalam Pilkada.

Tini Thadeus mesti paham bahwa ia hadir di Mabar, untuk menjadi pemimpin seluruh warga Mabar, entah yang mendukung calon nomor 1, nomor 2, 3, 4 atau lima.

Ia tidak dilantik untuk menjadi tim sukses calon tertentu, tetapi untuk membantu menyukseskan Pilkada.

Jadi Tini harus mampu membantu agar proses Pilkda itu bisa berlangsung dalam suasana sehat, di mana meski para kandidiat bersaing, tetapi persaingan itu dilandasari dengan fairness, sportivitas dan tetap saling menghargai.

Proses Pilkada di Mabar sudah diwarnai dengan kekacuan pada proses pendaftaran pasangan calon kali lalu. Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mabar sempat dirusak oleh massa.

Dan, nama Mabar sudah terpatri di benak banyak warga negara Indonesia sebagai daerah dengan proses Pilkada yang rawan dengan konflik.

Jadi, Tini diharapkan memulihkan citra itu, bukannya membuat kekacauan baru.

BACA: Hamsi Ancam Demo Besar-Besaran Bila Tini Thadeus Bawa Misi Lebu Raya

Respon publik yang geram dengan pernyataannya, seharusnya membuat ia insaf, dan, lebih penting, tidak mengulangi lagi hal yang sama di waktu mendatang.

Tini, yang kini masih merangkap sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT itu, kiranya tak memicu terjadinya “bencana” di Pilkada Mabar.

Ia tentu memiliki tanggung jawab, untuk mencegah bencana yang bisa saja terjadi.

Semua pihak memiliki tugas membuat Pilkada Mabar menjadi demokratis.

Dan, Tini, dengan posisisnya sebagai orang nomor satu di Mabar saat ini, mestinya memiliki kesadaran yang jauh lebih tinggi dan lebih mendalam, dibanding warga yang ia pimpin.

Apa jadinya, jika api konflik justeru disulut oleh mereka yang jadi pemimpin? (Redaksi Floresa.co)

 

Advertisement
BAGIKAN

6 Komentar

  1. woey pjs bupati abai2,,,,mengakulah kalau ente sudah salah…anda kampanye terselubung malah di tempat sakral lagi….ingat gereja adalah rumah Tuhan,,,jgn campur aduk antara beribadah dengan politik….dasar otak kerbau

  2. Ini sambutan saat pesta nikah di youth center, bukan dlm gereja… jd masukan buat pejabat bupati bahwa harus hati2 dlm menyapaikan sesuatu didepan publik….

  3. Aneh….acara nikah kata sambutannya tentang pilkada. Orang bodoh pun ngga perlu pakai tafsir lagi. Lalu pjs Tadeus Tini membela diri “itu salah tafsir”. Pejabat yg tidur nyenyak, tipe pejabat bermimpi di siang bolong. Bangunlah dan berpikir tentang nasib rakyat. Bukan sibuk berkampanye.

  4. Saran buat floresa klu bisa dalam memuat komentar harus diseleksi,jgn sampai memuat komentar dgn bahasa yg tdk pantas ,tp lebih mengedepankan komentar2 yg kritis dan membangun tentunya dgn bahasa yg santun dan mendidik…salam

  5. bung kayakx nggak ngerti dengan wilayah kerja sebagi pejabt publik ya?? jangan asal komen bung, ngak kasihan kow den harga diri,, mohon bung jaga harga diri baik2, mabar ngak butuh pemipin kayak gini, kok gak tau aturan pilkada kali, kasihan bung,,,,,aduh kasihan ew……rusak mabar ni.

  6. Sudahlah, untuk urusan pilkada sudah ada KPU yang menanganinya. Lebih baik sang pjs fokus ke hal lain saja tanpa ngomong pilkada di ruang publik. Apalagi itu disampaikan saat acara nikah dan acarax anak TK. Terima kasih

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini