Pjs Bupati Mabar Bantah Promosikan Kandidat Tertentu

6
731
PNS harus netral dalam proses pilkada (Foto: Ilustrasi)

Labuan Bajo, Floresa.co – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Manggarai Barat (Mabar), Tini Thadeus membantah telah mempromosikan calon dengan nomor urut tertentu pada sebuah pesta nikah di Youth Centre, Labuan Bajo, Jumat malam (18/9/2015).

“Itu salah tafsir dan interpretasi yang salah. Aku tidak mengkampanyekan calon tertentu,” ujarnya melalui pesan pendek kepada Floresa.co, Sabtu (19/9/2015).

Tini menegaskan, dirinya netral dalam proses Pilkada Mabar yang diikuti lima pasangan calon.

“Terima kasih atas koreksinya, supaya saya jangan salah,” ujarnya.

BACA Juga: Di Pesta Nikah, Pjs Bupati Mabar Promosikan Kandidat Tertentu

Diberitakan sebelumnya,Tini membuat pernyataan yang mengarah kepada calon tertentu.

“Momen ini saya pakai. Saya minta maaf kepada mempelai berdua dan orang tua. Saya mohon izin, tanggal 9 jangan lupa, tanggal 9 Desember itu kita harus pilkada,” ujar Tini ketika diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan oleh tuan pesta.

Pembicaran selanjutnya kemudian sudah menjurus. “Jangan lupa tanggal 9 itu pilih 1,” ujarnya.

Lalu, ia membuat jedah sejenak.

“Di antara lima, kalau pilih dua, dua begitu, atau tiga, empat, itu suara rusak. Pilih satu diantara lima. Silakan terjemahannya apa, saya tidak tahu,” lanjutnya.

Ia kemudian melanjutkan pembicaraannya soal Pilkada. Ia mengharapkan Pilkada hanya berkangsung satu putaran, agar jabatanya sebagai Pjs tidak berlangsung lama.

Harapan Pilkada satu putaran ini tapak konyol. Sebab, UU sudah mengatur Pilkada saat ini memang hanya satu putrannya saja.

“Pilihlah yang berpeluang menang. Siapa yang berpeluang menang, bapa ibu tahu,”ujarnya.

Menengar ceramah politik Tini, sejumlah hadirin gusar. “Di pestanya orang, omong politik lagi,” gerutu seseorang dari sudut belakang.

Catatan Floresa.co, sebelumnya, Tini juga membuat sebuah pernyataan yang kontroversial saat menggelar acara temu pisah dengan bupati dan wakil bupati Mabar pada 31 Agustus lalu.

Saat itu, ia meminta hadirin untuk tidak salah tafsir soal kostum yang ia kenakan.

Saat itu, ia dan istrinya, mengenakan kostum serba merah.

“Pernyataan resmi, mohon jangan salah menginterpretasikan. Karena malam ini saya bersama istri mengenakan baju berwarna merah. Demikian juga kopiah yang saya gunakan, juga berwarna merah. Sekali lagi, dimohon untuk tidak salah menafsir,” ujar Tini.

Secara politik, warna merah identik dengan PDI-Perjuangan. Partai ini pada Pilkada Mabar mengusung pasangan calon Agustinus Ch Dula-Maria Geong. (Petrus D/Gregorius Afioma/PTD/Floresa)

Advertisement

6 Komentar

  1. pjs bupati lg galau. Sampai bilang pilkda 2 putaran. Baca undang2 pak. mungkin salah lantik kali ya pak.

  2. kelakuan pejabat bupati abai2…masih sementara saja sudah begini…apalahi diberi jabatan penuh bupati.. fuck you

  3. Hati hati,setan berdasi sedang berkeliaran di labuan bajo,untuk memperjuangkan misi pantai pede untuk dibabat,ayo,kita lawan dan bantai setan2 berdasi yang beroperasi atas nama undang2, disuruh mensukseskan pilkada mabar,malah menjadi tim sukses,

  4. Pejabat yang memalukan, pertama pada pesta nikah koq kata sambutannya ngomong soal pilkada. Bukankah hal ini menunjukan sebuah kebodohan bukan saja satu kesalahan. kedua, orang tidak bodoh kaya Bapak Pjs Bupati mabar. Ketiga, kembalilah ke kupang, mungkin bapak cocok menjadi pegawai di kantor gubernur sana. Keempat, belajarlah mendengar dengan hati akan kebutuhan rakyat mabar.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini