Menimbang Netralitas Penjabat Bupati Mabar

2
849
Sumardi, Ketua DPD PKS Manggarai Barat

Oleh: SUMARDI

Sejak pelantikannya menjadi Penjabat Bupati Manggarai Barat (Mabar), Tini Thadeus membuat beberapa kontroversi karena berbagai statementnya yang blunder.

Pernyataan blunder Thadeus yang pertama adalah ketika temu pisah dengan mantan Bupati Agustinus Ch Dula dan Wakil Bupati Maksimus Gasa pada 31 Agustus lalu.

Seperti dilansir Floresa.co, Thadeus membuat pernyataan agar undangan tidak salah tafsir atas kostum serba merah yang ia dan istrinya kenakan.

Warna merah tentu mengacu pada Parpol tertentu, yang kini mengusung salah satu pasangan calon (Paslon) Pilkada Manggarai Barat (Mabar) tahun 2015.

Pengamatan penulis, pernyataan blunder yang kedua, yang ia lakukan adalah, saat sambutan pada acara pesta nikah di Nggorang, Kecamatan Komodo pada 3 September lalu.

Saat itu, penulis juga menjadi salah satu tamu undangan. Alih-alih meredam kondisi politik yang sudah panas, Thadeus justru memperkeruh situasi politik yang ada.

Pada kesempatan tersebut, mulanya Thadeus mengajak masyarakat agar mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk ikut memilih pemimpin Mabar lima tahun kedepan.

Selaku pemerintah, ajakan untuk tidak golput pada Pilkada Desember mendatang adalah sesuatu yang lumrah dan memang itu salah satu tugas pemerintah.

Seingat penulis, pada saat itu, Tadeus juga menyampaikan agar pada 9 Desember mendatang memilih pemimpin yang peluang menangnya besar. Meski tidak menyebut nama Paslon, tapi masyakarat bisa menebak siapa sasaran tembak yang dimaksud Thadeus.

Pada kesempatan tersebut, Thadeus juga membuat statement yang sedikit tendensius. “Yang pasti nama saya dan Fidelis Pranda tidak ada di TPS” , jelasnya. Pernyataan ini membuat Fidelis Pranda dan Beny Paju gusar, yang juga hadir pada pesta nikah tersebut.

Saat itu banyak yang berspekulasi, apakah Penjabat Bupati Mabar ini benar-benar netral dalam Pilkada Mabar.

Atau, kehadirannya titipan untuk memenangkan Paslon tertentu. Dugaan-dugaan itu sedikit mulai terjawab, ketika ia kembali membuat pernyataan blunder pada acara pesta nikah di Youth Center, Jumat (18/09) malam.

Floresa.co, (19/09) menurunkan berita terkait pernyataan Thadeus, yang hemat penulis cukup berani. Pernyatannya, kali ini sudah mulai menjurus. Meski ia tidak menyebutkan kata “nomor,” hanya kata “satu”, tapi itu sudah cukup berani.

BACA Juga: Di Pesta Nikah, Pjs Bupati Mabar Promosikan Kandidat Tertentu

Disamping itu, kelihatannya Penjabat Bupati Mabar tidak paham regulasi Pilkada serentak tahun 2015.

Hal ini terlihat dari pernyataan bahwa, dirinya berharap agar Pilkada Mabar berlangsung satu putaran. Terlepas dari slip of tongue, pernyatannya itu menunjukkan bagaimana kapasitas pengetahuannya.

Penulis adalah Ketua DPD PKS Manggarai Barat dan Tim Media Centre Maxi-Asis

Advertisement
BAGIKAN

2 Komentar

  1. pjs bupati mulut sama dengan pantat,,,maklum titipan provinsi…gubernurnya setali tiga uang

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini