Hari Ini PT Sinar Lembor Indah Mulai Perbaiki Jalan Lando-Noa

2
752
Kondisi salah satu deker yang dikerjakan oleh PT SInar Lembor Indahh di jalur Lando-Noa

Floresa.co – PT Sinar Lembor Indah, kontraktor pelaksana pengerjaan proyek jalan Lando-Noa, di Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerjakan kembali jalan di jalur tersebut mulai hari ini, Sabtu (19/9/2015).

Hal itu dikatakan Vinsen, Direktur PT Sinar Lembor Indah kepada Floresa.co, Jumat kemarin.

“Hari ini (Jumat), kami drop material alat-alat berat, vibro, mobil untuk operasional ke jalan Lando-Noa. Esok (Sabtu) baru memulai mengerjakan deker yang rusak dan badan jalannya,” ujarnya.

Mereka memperbaiki titik-titik yang rusak, yang menurutnya, “akibat bencana alam, pasca pengerjaan oleh perusahan tersebut beberapa waktu lalu”.
Proyek jalan tersebut memang kini sedang ditangani Polres Mabar, di mana ada dugaan terjadi korupsi.

Beberapa hari terakhir, Polres Mabar sudah memeriksa beberapa pihak terkait.

Namun, PT Sinar Lembor Indah mengaku akan bertanggung jawab untuk memperbaiki kembali jalan itu sebab belum melakukan Free Hand Over (FHO) atau penyerahan kepada pemerintah.

Vinsen mengatakan, pada Jumat kemarin, dirinya bersama sejumlah karyawan PT Sinar Lembor Indah sudah mengecek kondisi ruas jalan yang sudah menelan Rp 4 miliar lebih APBD Kabupaten Mabar Tahun Anggaran 2014 tersebut.

Terkait pemicu rusaknya jalan tersebut, yang disebut karena bencana alam, memang memicu perdebatan, karena Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mabar Donatus Jehaur mengatakan, tidak pernah terjadi bencana alam di Kecamatan Macang Pacar sepanjang tahun 2014.

Hal itu ia sampaikan ketika dimintai tanggapan terkait proyek jalan Lando-Noa yang mendapat disposisi status darurat karena ada bencana alam oleh mantan bupati Mabar Agustinus Ch Dula.

BPBD sendiri baru mengetahui jika mantan Bupati Dula mengeluarkan pernyataan bencana alam untuk proyek Lando-Noa setelah membaca pemberitaan di media terkait penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengerjaan proyek senilai Rp 4 miliar itu.

Donatus mengatakan, selama tahun 2014 memang ada sejumlah bencana alam yang ditangani BPBD. Tetapi, menurut Donatus, skalanya kecil, seperti rumah terbakar dan tanah longsor.

”Kejadian tanah longsor hanya ada di Ndiuk kecamatan Kuwus, itupun skala kecil,”ujarnya ketika dihubungi Rabu Floresa.co, (16/9/2015).

Ia menegaskan untuk wilayah Lando-Noa di kecamatan Macang Pacar tidak pernah ada bencana alam tetapi hanya jalan rusak akibat hujan.

“Faktor erosi saja, tidak ada bencana alam di Lando-Noa,” ujarnya.

Karena itu, ia pun kaget ketika mendengar kabar bahwa ada surat pernyataan bencana alam yang dikeluarkan oleh Dula.

“Siapa yang mengeluarkan surat itu, kami sendiri baru mengetahui ada berita acara surat pernyataan bencana alam melalui media,” ujarnya. (Ardy Abba/ARL/Floresa)

Advertisement

2 Komentar

  1. Menurut saya dr sisi kebijakan, itu tidak salah, tepat bahwa itu kategori bencana alam karna titik itu pada ruas jalan lando-noa selalu rusak terutama pada musim hujan dan tanahnya memang labil, jadi persoalannya bukan pada pembuat kebijakan tetapi kurang mutunya pekerkjaan oleh pelaksana pekerjaan itu. dan proyek itu belum diserahkan kepada pemerintah artinya dalam masa pemeliharaan dan itu sy kira masih tanggungjawab cv SLI.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini