Tini Tadeus

Labuan Bajo, Floresa.co – Pejabat sementara (Pjs) Bupati Manggarai Barat (Mabar), Tini Thadeus kembali membuat blunder.

Pada pesta nikah di Gedung Youth Centre, Labuan Bajo, Jumat (18/9/2015) malam, secara implisit, ia mengajak hadirin untuk memilih pasangan nomor urut tertentu pada Pilkada  9 Desember mendatang.

Pada acara nikah itu, Tini diberi kesemaptan untuk menyampaikan kata sambutan.

Mulanya, ia menyampaikan sejumlah buah pikirannya soal pernikahan.

Namun, kemudian tiba-tiba ia menyerempet ke soal politik.

“Momen ini saya pakai. Saya minta maaf kepada mempelai berdua dan orang tua. Saya mohon izin, tanggal 9 jangan lupa, tanggal 9 Desember itu kita harus Pilkada,” ujar Tini mengawali ajakan politiknya.

Pembicaran selanjutnya kemudian sudah menjurus. “Jangan lupa tanggal 9 itu pilih 1,” ujarnya.

Lalu, ia membuat jedah sejenak.

Kemudian, lanjutnya, “Di antara lima, kalau pilih dua, dua begitu, atau tiga, empat, itu suara rusak. Pilih satu diantara lima. Silakan terjemahannya apa, saya tidak tahu,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan pembicaraannya soal Pilkada.

Ia mengharapkan Pilkada hanya berlangsung satu putaran, agar jabatanya sebagai Pjs tidak berlangsung lama.

Harapan Pilkada satu putaran ini tampak konyol. Sebab, UU sudah mengatur Pilkada saat ini memang hanya satu putaran saja.

“Pilihlah yang berpeluang menang. Siapa yang berpeluang menang, bapa ibu tahu,” ujarnya.

Mendengar ceramah politik Tini, sejumlah hadirin gusar.

“Di pestanya orang, omong politik lagi,” gerutu seseorang dari sudut belakang.

BACA Juga: Ketika Pjs Bupati Mabar Mengenakan Kostum Serba Merah

Catatan Floresa.co, sebelumnya, Tini juga membuat sebuah statement yang memicu kontroversi, saat menggelar acara temu pisah dengan bupati dan wakil bupati Mabar pada 31 Agustus lalu.

Tini tiba-tiba meminta hadirin untuk tidak salah tafsir soal kostum yang ia kenakan.

Saat itu, ia dan istrinya, mengenakan kostum serba merah.

“Pernyataan resmi, mohon jangan salah menginterpretasikan. Karena malam ini saya bersama istri mengenakan baju berwarna merah. Demikian juga kopiah yang saya gunakan, juga berwarna merah. Sekali lagi, dimohon untuk tidak salah menafsir,” ujar Tini.

Secara politik, warna merah identik dengan PDI-Perjuangan.

Partai ini pada Pilkada Mabar mengusung pasangan calon Agustinus Ch Dula-Maria Geong. (Gregorius Afioma/PTD/Floresa)