Benarkah Dana Proyek Lando-Noa Disunat?

0
620
kondisi Deker Humpung jebol saat masih dalam masa pemeliharaan beberapa waktu lalu.(Foto -Ferdinand Ambo)

Labuan Bajo,Floresa.co – Sepanjang pekan ini, sejak Senin (14/9/2015),jantung para pajabat di Dinas Pekerjaan Umum, Manggarai Barat (Mabr), Flores berdetak tak stabil. Sumber persoalannya, proyek pengerjaan jalan Lando-Noa di Kecamatan Macang Pacar yang sedang dalam penyelidikan unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mabar.

Ini memang ruas jalan provinsi. Namun, sesuai keterangan sejumlah saksi yang diperiksa penyidik Tipikor, pengerjaan kerusakan jalan Lando-Noa pada 2014 lalu diambil alih pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Alasannya, karena kondisi darurat bencana yang menyebabkan sejumlah titik di jalur tersebut rusak parah.Agar tak menganggu arus distribusi barang dan jasa, maka pemerintah setempat mengambil alih pengerjaannya.

Untuk itu, bupati Mabar saat itu, Agustinus Ch Dula membuat disposisi status bencana alam. Dula sendiri mengakui adanya disposisi itu. Ia mengatakan disposisi itu ada setelah mendengarkan saran dan telaahan staf PU.

Publik memang belum mengetahui secara gamblang letak pelanggaran hukum dari pengerjaan proyek ini. Soalnya, penyidik Tipikor Polres Mabar belum membeberkannya.

Namun, ada dugaan pengerjaan proyek tersebut asal jadi. Diduga karena dana yang dianggarkan tidak terserap secara utuh karena dipotong dimuka alias disunat untuk kepentingan lain.

Sumber Floresa.co mengatakan dari total nilai kontrak Rp 3.997.317.000, CV Sinar Lembor selaku penyedia jasa hanya menerima Rp 3 miliar. Sisanya, sudah dipotong di muka. ”Tidak salah kalau pengerjaannya amburadul, karena sudah dipotong,”ujarnya.

Sumber tersebut enggan menyebutkan, siapa yang memotong alokasi tersebut, serta kepada siapa kontraktor memberikannya.

Namun, Kepala Dinas PU Agus Tama membantah informasi tersebut. Ketika dikonfirmasi Floresa.co, ia enggan menjawab. ”Ah, tidak ada itu,”ujarnya sambil menghindar.

Ketika ditanya, apakah ada aturan yang membolehkan sebuah CV bisa mengerjakan proyek senilai Rp 4 miliar, Tama kembali irit bicara. ”Ai,saya tidak berkomentar,”ujarnya singkat.

Hingga September, setelah masa pemeliharaan pengerjaan proyek Lando-Noa berahkir Mei lalu, kondisi ruas jalan tersebut masih rusak parah. Warga yang melintasi jalan Lando-Noa,Jumat (18/9/2015) menyatakan kondisi jalan yang baru dikerjakan itu masih dalam keadaan rusak. (Ferdinand Ambo/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini