Warga Welo, Satarmese, Relakan 120 Menter Persegi Tanah Ulayat untuk Bangun Puskesmas

0
396
Ilustrasi Puskesmas

Satarmese, Floresa.co – Warga dusun Welo, Desa Gulung, Satarmese Utara, Manggarai, Flores menyerahkan tanahnya secara sukarela kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk pembangunan Puskesmas.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dusun Welo, Fransiskus Janggur kepada Floresa.co, Kamis (17/9/2015) di Kampung Welo.

“Kami senang dengan rencana pemerintah Kabupaten Manggarai untuk membangun Puskesmas di wilayah kami,”kata Janggur

Ia mengatakan, selama ini masyarkat setempat kesulitan membawa pasien ke tempat lain dengan alasan jauh dan membutuhkan biaya kendaraan dan biaya operasional yang banyak “Tetapi dengan adanya rencana ini kami sangat bahagia,”tandasnya.

Ia mengungkapkan terkait rencana pembangunan Puksesmas ini, sudah diadakan dua kali pertemuan antara warga dengan pihak pemerintah daerah.

Pertemuan pertama, Jumat (11/9/2015) lalu dihadiri oleh Kepala Desa Gulung; utusan Dinas Kesehatan Manggarai; Kepala Puskesmas Langke Majok, Satarmese Utara dan David Suda, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai dari daerah pemilihan Satarmese dan Satarmese Barat.

Janggur mengatakan, pada pertemuan tersebut utusan Dinas Kesehatan Manggarai meminta warga Welo untuk membangun Puskesmas di tanah ulayat Dusun Welo. Ia mengatakan pada kesempatan itu, sudah ada persetujuan verbal dari masyarakat atas permintaan itu.

Lanjutnya, pada saat itu utusan Dinkes Manggarai juga meminta surat penyerahan tanah kepada Pemerintah untuk membangun Puskesmas.

Selanjutnya, pertemuan kedua dilakukan pada Minggu(13/9/2015) antara warga masyarakat dusun
Welo dengan pemilik lahan. Hasilnya ada dua puluh Kepala Keluarga yang sudah menandatangani surat penyerahan tanah kepada Pemerintah.

Janggur mengatakan warga kampung merelakan tanah seluas 120 meter persegi untuk lokasi pembangunan Puskesmas.

Namun ada beberapa pernyataan yang disepakati oleh warga diantarannya, pemerintah harus segera membangun Puskesmas pada tahun 2016. Bila tidak, maka tanah ulayat akan diambil kembali.

Peryaratan ini penting diperhatikan pemerintah, kata dia, mengingat di tanah tersebut pernah dijanjikan bangun sekolah dasar, tapi tak terealisasi sampai sekarang.

Tanah seluas 120 meter persegi tersebut letaknya sangat strategis yaitu di persimpangan jalan raya yang menghubungan puluhan kampung menuju Kampung Todo, Satarmese Utara.

Selain itu, tanah tersebut pernah dibangun gedung darurat Sekolah Dasar Tambah Ruangan(TRK) selama tiga tahun namun tidak dilanjutkan dengan alasan kebijakan politik.

Janggur mengungkapkan, kini masyarkat berharap agar janji pembangunan Puksesmas ini bukan sekadar janji poltik jelang Pilkada. (Sefry Jemandu/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini