Ketua DPRD Matim Merespons Kritikan Publik Soal Mobil Dinas Pajero

0
1135
Ketua DPRD Managgarai Timur, Lucius Modo

Borong,Floresa.co – Ketua DPRD Manggarai Timur (Matim), Lucius Modo mengapresiasi kritikan publik,baik yang disampaikan melalui media daring (online) maupun media sosial, terkait pembelian tiga unit mobil dinas baru untuk pimpinan DPRD.

Pembelian mobil bemerek Pajero senilai Rp 1,5 miliar ini mendapat kritikan dan cibiran berbagai kalangan di Manggarai Timur yang disampaikan melalui media sosial.

Lucius mengaku sudah membaca semua kritikan dan sindiran publik itu.  “Saya baca itu. Ada di berbagai media. Saya pikir, tidak apa-apa. Memang begitu sudah. Saya kira substansi kritikan orang itu benar juga. Artinya, mereka membandingkan dengan pembangunan yang ada di Manggarai Timur,”ujarnya kepada Floresa.co, Rabu (16/9/2015).

BACA Juga: Pimpinan DPRD Matim Dapat Mobil Dinas Pajero Senilai Sekitar Rp 1,5 Miliar

Ia menjelaskan pengadaan tiga mobil dinas untuk pimpinan dewan ini sebenarnya sudah dibahas dalam RABPD-Perubahan 2014 atau pada periode DPRD 2009-2014. Karena mobil dinas yang lama sudah berusia tujuh tahun. Namun, rencana pengadaan tersebut baru terealisasi pada APBD 2015.

Lucius mengatakan kritikan publik itu merupakan masukan bagi para anggota dewan.”Intinya saya menerima kritikan-kritikan itu,”ujarnya.

Ia mengatakan mobil dinas tersebut pasti akan digunakan untuk kepentingan masyarakat Manggarai Timur.”Untuk memperlancar tugas kami dan betul-betul kami pakai untuk mengunjungi kampung-kampung, mengunjungi orang-orang untuk mendengar aspirasi (masyarakat),”ujarnya.

Lucius menambahkan dalam praktiknya selama ini, mobil dinas pimpinan DPRD tak hanya digunkan oleh unsur pimpinan. Tetapi sering juga digunakan oleh anggota dewan lainnya yang membutuhkan.”Misalnya, kalau mereka ada kunjungan kerja ke tempat yang cukup sulit yang tidak bisa dijangkau pake motor atau kendaran mereka yang tidak cocok di medan itu, kita (pimpinan) kasih pinjam ke mereka,”ujarnya.

Selain itu, kata dia, juga digunakan untuk mengantar orang sakit dalam situasi darurat.”Pokoknya,betul-betul tidak digunakan untuk kepentingan pribadi saja atau keluarga saja, tetapi juga kepentingan masyarkat umum, kepentingan sosial termasuk untuk antar yang sakit,”ujarnya. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini