Lewat Naga Putri, Ibu Nur Mengelola Pangan Lokal Mabar Jadi Buah Tangan Wisatawan

1
801
Nurhayati Alwi

Labuan Bajo,Floresa.co –Ia selalu berpikir bagaimana cara agar para wisatawan yang datang ke Labuan Bajo memiliki kesan yang mendalam. Agar ketika mereka pulang, mereka selalu ingat dan ingin kembali ke daerah di ujung barat pulau Flores itu.

Ia sadar kota kecil ini sudah dikenal di seantero jagat berkat keberadaan binatang purba Komodo. Tapi di sisi lain, masyarakat belum cukup kreatif untuk mengembangkan potensi yang ada.

Nurhayati Alwi, begitu nama lengkapnya. Perempuan asal Kampung Ujung, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur ini punya cara sendiri agar para wisatwan yang datang memiliki kesan dan kenangan tertentu akan Labuan Bajo.

Sekitar empat tahun lalu, ia bersama sepuluh ibu lainnya di Labuan Bajo sepakat mengelola hasil laut untuk dijadikan buah tangan atau ole-ole khas Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Perempuan yang kerap disapa Nur itu bersama sepuluh ibu yang ia rekrut dari berbagai pulau di seputar Labuan Bajo kemudian mendirikan kelompok usaha perikanan.

Berkat ketekunannya, kelompok usaha perikanan dengan nama “Naga Putri” itu sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dinas Kesehatan, Mabar sebagai tempat pengolahan produk lokal menjadi makanan olahan.

Produk olahan dari laut tersebut kemudian dikemas menjadi makanan khas dari daerah Mabar khususnya, dan Flores pada umumnya dengan harapan sebagai souvenir bagi para wisatawan.

Hingga kini kelompok yang diketuai Nur ini sudah mampu mengemas dan memproduksi sekitar 20 jenis pangan lokal. Dari 20 jenis tersebut yang sangat terkenal ialah kemasan ikan cara, kopi Arabika Manggarai, Beras Ketan, dan cumi-cumi.

“Saya selalu berpikir bagaimana cara agar Manggarai Barat ini selalu dikenang saat tamu pulang. Mereka pasti butuh ole-ole untuk dibawa pulang ke negara mereka masing-masing,” ujar perempuan tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut kepada Floresa.co di Labuan Bajo, Senin (14/9/2015).

Berangkat dari kepedulian dan optimisme yang tinggi, produk Nur kemudian sangat terkenal di Mabar. Bahkan, kelompok Naga Putri menjadi kelompok pengelolaan pangan lokal terbaik menurut Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT.

“Soalnya kan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan selalu melihat kelompok masyarakat yang kreatif mengelolah pangan lokal,” katanya.

Tidak hanya mengorganisir anggota kelompoknya, Nur juga kerap kali tampil sebagai guru bagi kelompok-kelompok lainnya yang baru muncul di NTT.

Bertemu Presiden di Istana

Ketekunan dan kerja keras mengelola pangan lokal menjadi produk makanan kemasan menghantarkan Nur ke istana negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo pada perayaan 17 Agustu lalu.

Nur adalah satu-satunya perwakilan NTT yang bertemu presiden Joko Widodo bersama ratusan kelompok lainnya dari seluruh Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan makanan lokal.

Pada 18 Agustus lalu dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke- 70 kelompok-kelompok ini bertemu presiden. Saat itu presiden, kata Nur, memberikan motivasi dan penguatan agar tetap bekerja mengelolah pangan lokal sesuai potensi daerah masing-masing. Sebelumnya, pada 17 Agustus ia bersama-sama dengan presiden dan para tamu undangan lainnya para utusan keolompok ini mengikuti upacara bendera HUT RI Ke-70 di istana negara.

Para utusan kelompok ini masing-masing mendapat penghargaan dari presiden berupa piagam.

Nur mengakui, kalau bukan karena karyanya,  ia yang hanya bertamatkan SMA dan lahir di Mabar jauh dari Jakarta itu, pasti tidak pernah bertemu presiden di istana negara.

Sekarang Nur mengharapkan agar para perempuan dan masyarakat lainnya di Mabar untuk terus bekreasi mengelola berbagai potensi lokal yang ada di daerah itu.

“Saya selalu mendorong orang-orang yang saya temui agar memanfaat Mabar yang terkenal dengan pariwisatanya untuk menghidupi ekonomi lokal,” kata Nur. (Ardy Abba/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

1 Komentar

  1. Ibu Nur, saya Ika dr Jakarta… awal tahun 2016 kmrn saya prrnah berkunjung ke Labuan Bajo dan saya pulang membawa oleh2 La Bajo Coffee dan Ikan asin Cara. Saya ingin membeli lg tapi tidak tahu cara memesannya dan pengirimannya. Apakah kelompok naga putri ini bisa menjembatani agar saya dapat memesan kuliner dari Labuan Bajo? Mohon infonya, Bu..

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini