Dilantik Jadi Pjs Bupati, Marius Jelamu akan Dorong Pengembangan Pariwisata Manggarai

0
857
Gubernur NTT Frans Lebu Raya melanitk Pjs Bupati Manggarai dan Pjs Bupati Ngada, Kupang (14/9/2015)
Gubernur NTT Frans Lebu Raya melanitk Pjs Bupati Manggarai dan Pjs Bupati Ngada, Kupang (14/9/2015)
Gubernur NTT Frans Lebu Raya melanitk Pjs Bupati Manggarai Marius Ardu Jelamu dan Pjs Bupati Ngada, Kanis Tay di  Kupang (14/9/2015)

Kupang, Floresa.co – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah melantik Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dr Marius Ardu Jelamu, M.Msi sebagai pejabat sementara (Pjs) Bupati Manggarai.

Usai dilantik, Marius rencananya akan ke Ruteng pada Selasa 15 September. Ia akan mengendalikan jalannya roda pemerintahan Manggarai selama beberapa bulan ke depan, sebelum ada bupati dan wakil bupati terpilih hasil pilkada 9 Desember nanti.

BACA Juga: Marius Jelamu, Mantan Frater yang Kini Jadi Pjs Bupati Manggarai

Selain, menjalankan roda pemerintahan, pria kelahiran Cancar, Kecamatan Ruteng, 15 Agustus 1963 ini juga akan mendorong pengembangan sektor pariwisata Manggarai dan dipadukan dengan sektor pertanian, sebagai sektor andalan Manggarai  selama ini.

Di bidang pariwisata, Manggarai pertama-tama, menurut dia, harus menjadi penyokong utama pariwisata Manggarai Barat.

“Labuan Bajo itu kan kota pariwisata internasional. Manggarai harus menjadi supplier bagi Manggarai Barat,”ujarnya kepada Floresa.co, Sabtu (12/9/2015).

Kebutuhan yang bisa dipasok Manggarai untuk pariwisata Manggarai Barat, menurutnya adalah hasil-hasil pertanian.”Buah-buahan dan sayur-sayuran, misalnya,”ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua ikatan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) NTT ini.

BACA Juga: NTT Target Kunjungan Wisatawan Naik 10-15% per Tahun

Selaian sebagai pendukung pariwisata Manggarai Barat, menurut Marius Manggarai sendiri juga memiliki sejumlah aset wisata yang juga sudah mendunia. Seperti Liang Bua,sebagai situs arkeologi tempat ditemukannya Homo Floresiensis (manusia Flores).

Kemudian, kampung adat Wae Rebo di Satar Mese dan peninggalan-peninggalan sejarah Manggarai.

“Itu harus diangkat menjadi branding dan untuk itu harus ada event atau festival seni dan budaya untuk mendatangkan wisatawan,”ujarnya.

Manggarai, lanjutnya, harus bisa menarik para wisatwan yang datang ke NTT melalui Labuan Bajo. “Mareka diusahakan menginap di Manggarai, melakukan perjalanan wisata di Manggarai,”ujarnya.

Memang pengembangan pariwisata Manggarai, menurutnya masih terkedala sarana dan prasarana pendukung. Perhotelan, misalnya, menurut Marius, di kota Ruteng belum tersedia hotel-hotel dan restoran yang memadai. “Masih sangat terbatas. Hotel-hotelnya masih kecil-kecil. Kita ingin membuat kegiatan-kegiatan nasional di sana, tetapi terkendala hotel yang memadai,”ujarnya.

Karena itu, Marius berharap agar sektor swasta di Manggarai bisa mendirikan hotel-hotel berbintang di Manggarai sehingga bisa menggerakan pariwisata dan bisa digunakan untuk menggelar pertemuan-pertemuan berskala nasional.

“Kita bisa mengusahakan pertemuan-pertemuan nasional bahkan internasional di Manggarai kalau fasilitas-fasilitas ini ada,”tandasnya.

Marius mengatakan selama menjadi Pjs Bupati ia akan mendorong ide-ide pengembangan wisata ini untuk dilaksanakan oleh pemimpin terpilih nanti. “Karena waktunya sangat terbatas (sebagai Pjs), sebagai gagasan saya akan mendorong itu, eksekusi kan butuh waktu,”ujarnya.

Selain pariwisata, menurutnya, Manggarai tentu tetap mengembangkan sektor pertanian sebagai sektor andalan. “Pertanian harus dipacu lagi agar bisa memberi kontribusi besar untuk peningkatan kesejahteraan rakyat,”ujarnya.

Menurutnya, pertanian di Manggarai ini bisa dipadukan dengan pariwisata dalam bentuk agrowisata atau ekowisata. “Karena Manggarai memiliki banyak sawah, sawah-sawah itu bisa dijadikan tempat wisata, seperti di Bali,”ujarnya. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini