TRUK-F Surati Presiden Terkait Lambannya Penanganan Kasus Penyekapan Anak di Maumere

0
334

perbudakanFloresa.co – Tim Relawan Untuk Kemanusiaan – Flores (TRUK-F) meminta perhatian Presiden Joko Widodo terkait ketidakjelasan langkah aparat penegak hukum dalam penanganan kasus penyekapan anak di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasus itu melibatkan pemilik Toko Kaigi, dengan korban 10 orang anak, di mana 7 di antaranya masih berusia di bawah 17 tahun. Selama bekerja, para korban ini yang berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), sering dipukul, tidak diizinkan ke mana-mana termasuk ke Gereja.

BACA: Jumlah Korban Perbudakan Pengusaha Roti di Maumere Jadi 10 Orang

Majikan juga tidak membayar gaji dan hal ini sudah diakui secara legal formal lewat pembayaran gaji yang dimediasi oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sikka, pada 9 Maret 2015 silam.

Sejak mencuat pada Januari tahun ini, penanganan kasus dengan nomor laporan LP/05/1/2015/Res itu belum mengalami kemajuan.

TRUK-F pun menulis surat kepada Presiden Jokowi, yang salinannya diterima Floresa.co, Sabtu (12/9/2015).

Dalam surat itu disebutkan bahwa TRUK-F bersama sejumlah jaringan  masyarakat sipil di Sikka sudah menggunakan segala cara agar kasus ini ditindaklajuti sehingga ada efek jera untuk pelaku dan calon pelaku lainnya di masa depan.

“Kami juga sudah  mengajukan pengaduan atas kasus ini kepada Kapolda NTT, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Komnas HAM, Komnas Perempuan dan Komnas. Namun hasilnya nihil,” tulis TRUK-F.

“Bapak Presiden adalah tumpuan harapan dan jeritan penderitaan kami yang terakhir.”

Menurut TRUK-F, para korban yang kini ditampung di Shelter Santa Monika menderita karena tanpa pekerjaan.

Dalam surat itu, juga dikatakan bahwa perjuangan mereka selama ini terkesan ditanggapi secara tidak serius oleh aparat penegak hukum.

“Alasannnya sangat formal. Sementara kami berpendapat bahwa kasus ini dari segi substansi hukum sudah sangat terang benderang, baik kasus human trafficking, apalagi kasus pelecehan seksual,” terang TRUK-F.

TRUK-F sangat berharap, Presiden Jokowi menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk untuk membongkar sejumlah mafia perdagangan orang di Sikka dan NTT umumnya serta ketidakseriusan para penegak hukum untuk mengatasi kasus yang tergolong extraordinary crime against humanity ini. (Arman Suparman/ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini