Dampak Kemarau Panjang, Petani di Manggarai Terancam Gagal Panen

0
409
Kondisi lahan sawah di Lingko Kempet-Lodok Cara, Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah mengering. (Foto: Ardy Abba/Floresa)
Kondisi lahan sawah di Lingko Kempet-Lodok Cara, Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah mengering. (Foto: Ardy Abba/Floresa)

Ruteng, Floresa.co– Kemarau panjang beberapa bulan terakhir ini membuat sebagian petani di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terancam gagal panen.

Sejumlah areal persawahan sudah mengering, karena debit air yang terus berkurang.

Pantauan Floresa.co, Jumat (11/9/2015), di areal Lingko Kempet-Lodok Cara, Desa Meler, Kecamatan Ruteng, misalnya, tanaman padi banyak yang sudah mati.

Air di Bendungan Wae Melo di Lingko Kempet, yang selama ini menjadi sumber aliran air ke areal persawahan warga, kini sudah mengering.

Masalah kekurangan air, menurut Romanus Jemadu, petani di Meler, memang bukan baru dialami tahun ini, tetapi sudah sejak tahun lalu.

Pria 70 tahun itu yang ditemui di areal sawahnya mengaku, mulai tahun lalu ia bersama sejumlah warga lain sudah membeli beras di kota Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai.

Padahal, kata dia, sebelumnya mereka tidak pernah membeli beras karena hasil dari sawah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Romanus mengatakan, sejauh ini kondisi persawahan kering tersebut belum mendapat respon dari pemerintah.

Desia Babuk (57), petani lainnya mengaku, tidak hanya di Lingko Kempet yang akan gagal panen, sekitar dua hektar sawah di Lingko Re’a dan Lingko Wue – yang masih masuk wilayah  Meler –  juga kekurangan air.

Air di mata air Wae Moro yang selama ini mengairi persawahan tersebut sudah sangat sedikit.

Menurut dia, warga tidak hanya kekurangan air untuk sawah, tetapi juga untuk konsumsi. “Di pipa-pipa air minum, (saat ini) airnya kosong,” kata Desia yang tinggal di Meler Empat ini.

Selama ini, kata dia, mereka harus pergi menimba air di Kampung Meler. (Ardy Abba/ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini