Wabub Ende Dikritik Terkait Rencana Pesta Nikah Anaknya di Taman Renungan Bung Karno

0
866
Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad
Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad

Floresa.co – Wakil Bupati Ende-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Djafar Achmad mendapat kritikan dari  Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) terkait rencana penyelenggaraan pesta nikah anaknya pada Jumat esok (11/9/2015) di Taman Renungan Bung Karno, Ende.

“Ini sebuah trend baru untuk masyarakat Kabupaten Ende dan dimulai dari pemimpinnya (wakil bupati) untuk menggunakan taman tempat permenungan Bung Karno yang melahirkan ideologi bangsa Indonesia sebagai tempat pesta nikah,” demikian menurut rilis BaraJP DPC Ende dan DPD NTT yang diterima Floresa.co, Kamis petang.

Ketua BaraJP DPC Ende, Herman Gatu mengatakan, seharusnya Taman Renungan Bung Karno itu tidak boleh disamakan dengan taman-taman yang lain.

“Taman Renungan Bung Karno dibuat karena ada nilai historisnya. Aset-aset sejarah di Kabupaten Ende, seperti Situs Bung Karno, Taman Renungan Bung Karno, dan lain-lain merupakan kekayaan masyarakat kabupaten Ende, NTT dan Indonesia umumnya,” kata Herman.

Menurutnya, sebagai aset yang menyimpan sejumlah nilai historis, hendaknya keberadaannya dapat memberikan nilai pendidikan bagi generasi bangsa.

“Oleh karena itu semua aktivitas yang berlangsung dalam kawasan tersebut harus yang bersifat mendidik,” katanya.

Surat undangan pesta nikah anak Wakil Bupati Ende

Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Bidang Advokasi BaraJP DPD NTT, Florianus N. Sambi Dede.

Ia lagi-lagi menyindir bahwa ini pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia, di mana taman itu dijadikan sebagai tempat pesta.

“Dan itu dimulai oleh seorang pejabat daerah sebagai tuan pesta. Tidak ada yang melarang untuk membuat hajatan. Tapi mari kita berpikir lebih jauh pada pemilihan lokasi berpesta,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan Taman Renungan Bung Karno sesuai dengan yang seharusnya.

Bara JP juga mendesak pemerintah setempat untuk merawat tempat bersejarah itu, yang selama ini kerap dijadikan sebagai tempat untuk pacaran dan tempat berkeliaran bagi hewan-hewan seperti kambing. (Ardy Abba/Ari D/ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini