Kongres GMNI di Maumere Prioritas Bahas Potensi Maritim

0
505
Pius Bria, Ketua Panitia Nasional Kongres XIX GMNI
Pius Bria, Ketua Panitia Nasional Kongres XIX GMNI

Floresa.co – Kongres XIX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang diselenggarakan di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi perhatian besar pada upaya menggerakan potensi maritim yang dimiliki Indonesia.

Hal itu ditegaskan oleh Pius Bria, Ketua Panitia Nasional Kongres kepada Floresa.co, di Maumere, Senin (7/9/2015).

“Salah satu jalan yang ditawarkan adalah mendorong pembangunan yang berbasis maritim dengan spirit Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya,” katanya.

Menurutnya, pola pembangunan Indonesia saat ini lebih banyak salah arah.

“Haruskah kita memaksa diri untuk berjalan dalam rel pembangunan yang tidak sesuai dengan kekayaan serta jati diri kita?” tanya Pius.

Ia menambahkan, “padahal sejarah bangsa ini telah merekam jujur keberhasilan nenek moyang kita yang berhasil menjadikan nusantara sebagai pusat perdagangan dunia di abad ke-16.”

Karena itu, lanjutnya, kongres ini akan memberi banyak rekomendasi kepada pemerintah, demi menjadikan laut sebagai ibu yang melahirkan kesejahteraan dan keadilan.

Kongres bertema “Membangun Kedaulatan Maritim Melalui Trisakti Bung Karno,” itu sudah dimulai pada Jumat, 5 September lalu dan dijadwalkan berakhir pada Kamis, 10 September mendatang.

Kongres ini dihadiri 94 cabang definif dan 15 cabang karteker dari seluruh Indonesia.

Setiap cabang mendelegasikan tiga orang sebagai peserta sehingga total peserta berjumlah 327 orang.

Berdasarkan pantauan Floresa.co, sampai saat ini, peserta sidang sudah berhasil sampai pada pleno ke-6 yakni pemilihan pimpinan sidang. Sementara dinamika forum diskusi berlangsung aman dan dinamis.

Yohanes Paulus Yorit Poni, salah satu anggota delegasi GMNI cabang Kupang mengaku kagum dengan dinamika kongres, yang diwarnai prinsip musyawarah mufakat.

“Sejauh ini, saya merasa Indonesia ada di tempat ini,” katanya.

Ia berharap, hingga selesai, kongres ini tetap berlangsung secara demokratis, demi melahirkan pemikiran yang konstruktif bagi GMNI maupun bagi bangsa Indonesia. (Irvan/ARL/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini