Pemda Matim Bantah Beri Harapan Palsu untuk Keluarga Marselina Kurniawati

1
1096
Sekda Manggarai Timur, Mateus Ola Beda
Sekda Manggarai Timur, Mateus Ola Beda
Sekda Manggarai Timur, Mateus Ola Beda

Borong, Floresa.co -Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim)-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah memberi harapan palsu untuk Almarhuma Marselina Kurniawati.

Gadis berusia 15 tahun itu meninggal akibat tumor di bagian alat vitalnya.

Ia sempat ke Bali untuk mendapat perawatan, setelah mendapat janji dari Pemda Matim untuk membantu dari segi pembiayaan.

Namun, setelah tiba di Bali, janji Pemda yang disampaikan Bupati Yosep Tote pada 1 Juli lalu itu tidak juga terealisasi.

BACA Juga: Kisah Getir Marselina Kurniawati dan Janji Palsu Pemkab Matim

Gadis yang biasa disapa Wati itu kemudian kembali lagi ke Matim pada 15 Agustus lalu.

Setiba di kampung halamannya di Kedel, Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka, kondisi kesehatannya tambah parah.

Ayahnya yang juga mengalami buta, meninggal dunia terlebih dahulu pada 20 Agustus lalu. Dan tak lama kemudian, Wati menyusul, pada 31 Agustus.

Pemda Matim mengungkapkan, sebenarnya dana bantuan sosial untuk biaya perawatan Wati sedang dalam proses.

“Saya sudah tanya ke bagian Kesra, memang dia punya (proposal bantuan) itu salah satu yang sedang diproses, tinggal pencairan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Matim, Mateus Ola Beda kepada Floresa.co, Rabu (2/9/2015).

BACA Juga : Pemkab Matim Siap Bantu Siswi SMP Idap Tumor di Kelamin

Mateus mengatakan, mekanisme pemberian bantuan sosial memang tidak mudah.

“Walaupun ini sifatnya tak terduga, tapi mekanismenya tetap melalui persetujuan, dibuat dengan keputusan bupati, kadang-kadang kumpul beberapa orang dulu baru buat,” ujarnya.

Menurut Mateus, dana bantuan sosial ini juga jumlahnya tidak banyak. Setiap keluarga atau korban, hanya diberi maksimal Rp 10 juta. (Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement

1 Komentar

  1. birokrasi lamban, dan tidak profesional bisa membawa malapetaka bagi rakyat. apapun alasannya, nyawa manusia sudah pergi.” Aturan untuk manusia, bukan manusia untuk aturan”

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini