Sampah di Kampung Wisata Komodo

1
587
Sampah berserakan di kampung Komodo, Taman Nasinal Komodo (Foto:Sefry Jemandu)
Sampah berserakan di kampung Komodo, Taman Nasinal Komodo (Foto: Sefry Jemandu)

Labuan Bajo, Floresa.co – Kampung Komodo yang terletak di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat (Mabar)-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) penuh dengan sampah.

Pantauan Floresa co, Minggu (30/9/2014), kampung yang tersohor karena binatang langkah komodo itu tampak kotor karena masyarakatnya membuang sampah sembarangan.

Di bawa kolong rumah, aneka sampah berserakan. Di sekeliling rumah juga tampak banyak botol plastik yang dibuang tidak pada tempatnya.

Kali yang berada di tengah kampung Komodo pun dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sehingga tercium aroma tak sedap.

Sementara di pinggiran laut tampak pecahan piring, gelas dan plastik yang tenggelam dan terampung.

Kampung wisata ini dihuni oleh kurang lebih 1.000 jiwa. Hanya ada beberapa rumah yang terlihat memiliki tempat sampah berwarna kuning.

Rasin, warga kampung Komodo yang bertugas mendata wisatawan atau pengunjung yang hendak melakukan tracking di kampung tersebut mengatakan, penyebab banyaknya sampah yang dibuang sembarangan adalah karena minimnya tong sampah yang tersedia.

“Memang begini kondisi kami di sini Pak. Masyarakat sulit sekali membuang sampah pada tempatnya akibat dari minimnya jumlah tong sampah yang diberikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia mengaku, sebenarnya di kampungnya ada jadwal pembersihan sampah bersama-sama. Itu, kata dia dilakukan tiga kali seminggu.

“Tetapi kegiatan tersebut harus menggunakan uang untuk membeli permen dan manisan untuk warga dan anak-anak yang terlibat,” tandasnya.

Celly Asman, pemandu wisata dari Labuan Bajo mengatakan, kondisi ini yang sering membuat banyak wisatawan tak betah berada di kampung tersebut.

Celly berharap, Pemkab Mabardan pengelolah TNK menyediakan tempat sampah yang banyak. Selain itu, yang tak kalah penting adalah memberikan pendidikan soal membuang sampah yang benar kepada masyarakat setempat.

“Tentu dengan lingkungan yang bersih membuat wisatawan betah tinggal di kampung Komodo dan kampung lainnya yang ada di area TNK,” ujarnya. (Sefry Jemandu/PTD/Floresa).

Advertisement

1 Komentar

  1. Sampai saat ini pemerintah daerah belum memberikan perhatian yang maksimal terhadap semua persoalan pariwisata taman nasional Komodo termasuk semua stakeholder yang ada. Dana yang besar didapatkan dari pengunjung setiap tahun tidak bisa mengatasi persoalan sampah. Semua area TNK dan bagian barat pulau Flores penuh sampah di bagian pesisir pantai. Ini membutuhkan kejelian baik dari pemerintah maupun swasta. Penggunaan bahan plastik pada saat tour juga menjadi salah satu kendala besar. Pendidikan terhadap anak buah kapal yang seenaknya membuang sampah di tengah laut juga adalah hal yang mutlak diberi pendidikan dan aturan tegas melalui perda.

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini