Gairahkan Olahraga, Paket Hery-Adolf Janji Prioritaskan Stadion Golo Dukal

0
664
Tampak depan Stadion Golo Dukal di Ruteng (Evan Lahur/Floresa)
Tampak depan Stadion Golo Dukal di Ruteng (Evan Lahur/Floresa)

Ruteng, Floresa.co – Untuk menggairahkan kembali dunia olaraga terutama sepak bola di Manggarai, pasangan Herybertus Geradus Laju Nabit dan Adolfus Gabur (Paket Hery-Adolf) berjanji akan memprioritas pemeliharaan stadion Golo Dukal sebagai pusat gelanggang olahraga di daerah itu.

Paket ini berjanji jika dipercaya pada Pilkada 9 Desember mendatang, dalam kurun waktu dua tahun secara bertahap pembangunan stadion ini rampung diperbaiki demi membangkitkan kembali gairah olahraga di kalangan pemuda di Manggarai.

“Kami akan prioritaskan perbaikan stadion (Golo Dukal) secara bertahap dalam 2 tahun,” ujar Hery kepada Floresa.co, Kamis (20/8/2015).

Ia mengatakan, perbaikan stadion yang berada di kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong ini tidak hanya diperuntukan untuk cabang olahraga sepak bola saja, tetapi juga untuk atletik yang bisa memanfaatkan stadion tersebut.

“Ini juga penting untuk memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar stadion,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, stadion Golo Dukal di selatan kota Ruteng, Manggarai, Flores, saat ini kondisinya tak terawat. Dibangun dengan anggran sekitar Rp 11 miliar pada era pemerintahan Bupati Antony Bagul Dagur (2000-2005), saat ini stadion tersebut tak lagi digunakan untuk kegiatan olaraga.

Bupati Manggarai Christian Rotok mengatakan perawatan stadion dengan kapasitas 10.000 penonton itu belum menjadi agenda prioritas pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Butuh biaya yang cukup besar (untuk perawatan), belum prioritas,”ujar Rotok saat dihubungi Floresa.co, Selasa (18/8/2015).

Bupati Manggarai sejak 2005 ini mengatakan meski tak terawat, stadion tersebut tidak mubazir. “Stadion itu tidak digunakan setiap saat. Kapan ada event saja, tidak mubazir,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Adi Empang.

“Memang (perawatan) stadion itu kan biayanya besar. Kalau hanya ratusan juta untuk biaya pemeliharaan saya rasa tidak efektif juga, kecuali kalau dialokasikan dana dalam jumlah yang besar sehingga bisa menyelesaikan berbagai hal yang ada di dalamnya,”ujar Adi.

Misalnya, kata dia, di dalam lapangannya sudah banyak batu krikil. Untuk bisa ditanami rumput yang baik,maka butuh dana yang tidak sedikit. (Ardy Abba/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini