Ibu Nafsia Mboi dan Bupati Manggarai Christian Rotok menandatangni prasasi perubahan nama RSUD Ruteng menjadi RSUD dokter Ben Mboi, Jumat (15/5/2015). Foto : Ardy Abba/Floresa
Ibu Nafsia Mboi dan Bupati Manggarai Christian Rotok menandatangni prasasi perubahan nama RSUD Ruteng menjadi RSUD dokter Ben Mboi, Jumat (15/5/2015). Foto : Ardy Abba/Floresa
Ibu Nafsia Mboi dan Bupati Manggarai Christian Rotok menandatangni prasasi perubahan nama RSUD Ruteng menjadi RSUD dokter Ben Mboi, Jumat (15/5/2015). Foto : Ardy Abba/Floresa

Ruteng, Floresa.co- Dokter Nafsia Mboi, SpA, M.P.H, istri dari Brigadir Jendral Purnawirawan dr. Aloysius Benedictus Mboi, M.P.H meminta petugas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Kabupaten Manggarai agar bekerja profesional sehingga bisa membahagiakan setiap pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut.

Selain meminta meningkatkan kualitas pelayanan terhadap seluruh petugas rumah sakit, permpuan yang disering disapa Ibu Naf ini juga mengharapkan agar setiap insan yang bertugas dapat mengenal sosok Ben Mboi sebagai spirit pelayanan.

Hal tersebut disampaikan Nafsia saat membawakan kata sambutan pada acara peresmian pergantian nama BLUD RSUD Kabupaten Manggarai menjadi BLUD RSUD dr. Ben Mboi Kabupaten Manggarai di halaman rumah sakit tersebut, Jumat (14/8/2015).

“Setiap insan pelayan rumah sakit ini, tentu harus mengenal Ben Mboi itu siapa, bagaimana cita-citanya. Yang diperhatikan kesejahteraan rakyat dan pelayanan makin meningkat,” ujar mantan menteri kesehatan ini.

BACA : RSUD Ruteng Salin Nama Jadi RSUD Dokter Ben Mboi

Ibu Naf yang berbicara mewakili keluarga Ben Mboi dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai kata-kata mutiara almarhum Ben Mboi semasa hidupnya yang kemudian menjadi spirit dalam seluruh cita-citanya di bidang kesehatan.

Pertama, kata dia, kesetian dan komitmen yang bertujuan untuk membahagiakan pasien dan seluruh masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Saya pernah diberitahu dokter Ida (Direktur BLUD RSUD dr. Ben Mboi Kabupaten Manggarai) bahwa mereka pernah melakukan survei kepuasan atau kebahagiaan pasien di sini. Dan hasilnya 79 persen,” ujarnya.

Kedua, lanjutnya pengetahuan tentang cara terbaik untuk mendapatkan kebahagian pasien atau masyarakat.

Ketiga, kebahagian itu bukan hanya didapatkan oleh pasien tetapi oleh pelayan itu sendiri dan pemerintah.

“Kebahagian bukanlah saat memanen padi, tetapi kebahagian adalah memanen padi yang kita tanam sendiri,”ujar dengan bahasa perumpamaan.

Christian Rotok, Bupati Manggarai dalam sambutannya mengatakan, pergantian nama dari BLUD RSUD Kabupaten Manggarai menjadi BLUD RSUD dr. Ben Mboi Kabupaten Manggarai dilakukan agar nama mantan Gubernur NTT periode 1978-1988 itu diabadikan.

“Belum ada satu orang pun di Manggarai ini bahkan di Indonesia ini yang memiliki kesamaan sikap dan karakter seperti pa Ben Mboi,”ujar Rotok.

Mengabadikan nama Ben Mboi, jelas Rotok, tidak hanya ingin mengenal jasa almarhum. Tetapi, hendaknya segala cita-cita, cara berpikir, motivasi, dan komitmennya menjadi dasar pelayanan di BLUD RSUD dr. Ben Mboi tersebut.

Ia pun mengaku belum bahagia jika hanya menggantikan nama BLUD RSUD yang beralamat di jalan dr. Soetomo nomor 1- Ruteng itu dan belum mendirikan patung Ben Mboi di halaman rumah sakit tersebut.

Selain itu, Rotok belum puas jika hanya BLUD RSUD dr. Ben Mboi tersebut masih sebagai rumah sakit tipe C belum ke tipe B. (Ardy Abba/PTD/Floresa)