Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Borong, Floresa.co- Kisah pahait dialami beberapa crew Floresa.co saat menyambangi kantor camat Borong, Kabupaten Manggarai Timur, hari ini, Jumat (31/7/2015).

Jumat pagi, Floresa.co menyusuri kantor kecamatan Borong yang beralamat di jalan Trans Flores, tepatnya di ruangan perekaman KTP Elektronik.

Kami menemani salah seorang rekan yang hendak membuat e-KTP di kantor camat Borong. Rekan kami ini tak mengurusnya di kantor Catatan Sipil Kabupaten Manggarai Tiur karena sebelumnya ada kabar mesin perekam di kantor dinas tersebut rusak.

Saat menyambangi ruangan rekaman di bagian kantor camat,  kami menyapa salah seorang petugas rekaman sebelum masuk ke tempat pengambilan gambar.

“Kau dari mana?,” tanya petugas tersebut yang saat itu masih duduk di depan meja rekaman. “Dari Lamba Leda ibu,” jawab rekan yang hendak mengurus KTP itu.

“Ada urusan apa?,” tanya ibu itu lagi. “Mau rekam e-KTP ibu. Selama ini memang saya tinggal di Ruteng,”ujar rekan yang hendak urus KTP itu.

“Kenapa tidak pindah penduduk saja?,” sambar petugas tersebut dengan suara keras.

Rekan tersebut pun mencoba memberikan pengertian kepada petugas, bahwa selama ini ia dan keluarganya masih berstatus sebagai warga Manggarai Timur karena tetap berdomisili di Lamba Leda. Ia memang tinggal di Ruteng karena pekerjaan tetapi setiap akhir pekan balik ke Lamba Leda.

“Kami masih bayar pajak di Manggarai Timur bu,”tutur rekan tersebut mencoba meyakinkan.

Namun jawabannya makin tak bersahabat. “Di sini masih rusak. Kau ke Poco Ranaka Timur saja, kan biasanya petugas Capil sendiri yang turun,” ujar ibu itu.

Percakapan dengan petugas Kantor camat Borong tersebut pun berakhir. Pantauan Floresa.co di kantor camat Borong,beberapa warga yang batal melakukan perekman tampak menyesal. (Elvis Yunani Ontas/PTD/Floresa).