Fidelis Pranda bersalaman dengan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Jules Abraham Abas, Rabu (29/7/2015) dini hari.
Fidelis Pranda bersalaman dengan Kapolres Manggarai Barat, AKBP Jules Abraham Abas, Rabu (29/7/2015) dini hari.

Labuan Bajo,Floresa.co –  Setelah ribuan massa pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Manggarai Barat, Fidelis Pranda-Benyamin Padju menduduki kantor KPUD setempat, KPUD akhirnya menerima berkas pendaftaran keduanya.

Semalam, Selasa (28/7), massa sempat melempari keca gedung KPUD dan membakar kursi yang ada di luar gedung KPUD. Setelah melalui proses yang alot, komisioner KPUD Manggarai Barat menerima berkas pendaftaran paket Pranda-Padju.

Bakal Calon Bupati Wilfrudus Fidelis Peranda mengungkapkan terima kasihnya kepada KPUD karena sudah menerima berkas pendaftarannya itu semalam. Ia juga berterima kasih kepada kepolisian yang telah mengawal proses tersebut.

Pranda pun mengajak masyarakat untuk mendukungnya pada pilkada 9 Desember nanti. “Anggom cama lalo,kekep cama lengge,”ujarnya dengan menyitir ungkapan bahasa Manggarai yang artinya mendukung pasangan ini yang tak punya apa-apa.

Ketua KPUD Manggarai Barat Aventinus Jesman mengatakan setelah menerima berkas Pranda-Padju, KPUD akan meneliti dokumen pasangan ini. Kemudian, KPUD juga akan melakukan verifikasi kebasaan Surat Keputusan (SK) dukungan partai politik yang dibawa pasangan ini.

Jesman mengatakan, alotnya penerimaan berkas pasangan ini, lantaran partai politik yang memberikan SK dukungan kepada keduanya, juga sudah memberikan dukungan kepada kandidat lain yang terlebih dahulu mendaftar.

Ada pun SK parpol yang dibawakan Pranda-Padju adalah SK dari PKB dan PKPI. Sebelumnya, pasangan Tobias Wanus-Frans Sukmaniara juga sudah membawa SK PKB saat pendaftaran. Demikian juga PKPI, sebelumnya sudah dibawakan oleh pasangan Agustinus Ch Dula-Maria Geong saat pendaftaran.

“Kami menjalankan proses sesuai aturan atau Undang-Undang Pilkada,”ujar Jesman menegaskan.

Pantau Floresa.co,proses penerimaan berkas pasangan Pranda-Padju tersebut berlangsung alot selama kurang lebih 13 jam dari pukul 15.00 WITA, Selasa hingga pukul 03.00 WITA Rabu dini hari. Massa Pranda-Padju sempat melakukan kericuan di kantor KPUD. Mereka melempar kaca dan merusak kursi yang ada.

Pihak kepolisian Resort Manggarai Barat mengawal jalannya proses ini. Kapolres Manggarai Barat AKBP Jules Abraham Abas mengawali langsung proses tersebut hingga selesai. Massa baru membubarkan diri sekitar pukul 03.00 dini hari. Setelah berkas diterima mereka sontak berteriak kegirangan dan meninggalkan kantor KPUD.

Catatan Floresa.co, Pranda-Padju selain membawa SK PKB dan PKPI, juga membawa SK Hanura. PKB di DPRD Manggarai Barat memiliki tiga kursi, PKPI 2 kursi dan Hanura dua kursi. SK PKB sebelumnya memang diberikan kepada Pranda-Padju, nemaun belakangan dicabut kembali oleh DPP dan diberikan kepada Tobias Wanus-Frans Sukmaniara.

Di SK PKB yang ditujukan ke pasangan Tobias Wanus-Frans Sukmaniara, salah pointnya menyebutkan bahwa SK yang sudah diberikan ke Pranda-Padju dicabut. (Sirilus Ladur/Petrus D/Floresa)