Pasangan Heribertus Nabit dan Adol Gabur
Hery-Adolf bersama pengurus partai pengusung mendeklarasikan diri, Selsa (28/7/2015)
Hery-Adolf bersama pengurus partai pengusung mendeklarasikan diri, Selsa (28/7/2015)

Ruteng, Floresa.co- Herybertus GL Nabit, bakal calon bupati Manggarai yang berpasangan dengan Adolfus Gabur (Hery-Adolf) menegaskan, pertarungan pilkada Manggarai bukan membicarakan muda dan tua, kecil dan besar, tetapi lebih pada pertarungan intergritas dan program.

Ia mengungkapkan awal persiapan untuk bertarung sebagai salah satu calon bupati Manggarai, paket Hery-Adolf selalu menemukan adanya keraguan besar di hampir semua rakyat di Manggarai. Kebanyakan orang selalu menanyakan bagaimana dengan partai pendukung paket Hery-Adolf.

“Orang selalu meragukan, mampukah saya yang anak kecil mendapatkan partai politik. Saya dan semua orang timbul keragu-raguan dengan paket Hery-Adolf. Kita mau tunjukan ini bahwa bukan soal anak kecil atau orangtua,” kata Hery saat menyampaikan orasi politik di sekretariat paket Hery-Adolf di kampung Watu-Ruteng, Selasa (28/7/2015).

Di depan ribuan pendukungnya usai melakukan pendaftaran di KPUD Manggarai Hery menegaskan, pertarungan dalam pilkada 9 Desember adalah pertarungan adu integritas calon bupati dan wakil bupati serta program yang akan ditawarkan ke masyarakat.

Pertarungan integritas, kata Hery, merupakan pertarungan harga diri dan martabat para calon. Sementara, pertarungan program yaitu menjual konsep dan gagasan untuk membangun Manggarai di bawah slogan ‘cara baru, prioritas baru, dan orang baru.

“Saya sejak awal sudah jalan ke kampung-kampung, bukan desa. Karena saya tau orang Manggarai bukan soal uang untuk memilih orang tetapi soal keseringan bertemu. Ini hari saya bawa partai mau menunjukan saya bisa memimpin Manggarai,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ia berjanji akan memperhatikan khusus dua instasi yang mengurus hajat hidup orang banyak.

Dua instasi itu, antara lain, Kesehatan dan Pendidikan. Sebab, selama ini kedua instasi ini belum diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah.

Data kematian ibu melahirkan, misalnya, selama 10 tahun terakhir mengalami naik-turun. Karena itu, ke depan tugas pemerintah daerah agar memastikan angka nol untuk kematian ibu.

“Harus berhenti dipolitisir ke dua instasi ini. (Kesehatan dan Pendidikan) karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Berhenti sudah angkat timses jadi kepala sekolah. Kepala sekolah hendaknya diangkat melalui rekriutmen dan proses seleksi yang benar,” tegas Hery.

Sementara itu, Jhoni Plate, anggota DPR RI dari partai NasDem dalam orasi politiknya mengatakan, partainya mendukung paket Hery- Adolf karena kompetensi, integritas, dan elektabilitasnya menunjukan tren naik saat disurvei oleh partai tersebut.

“Kami memilih paket Hery-Adolf demi rakyat Manggarai secara keseluruhan, baik itu segi sosial politik, sosial ekonomi, dan sosial cultural,” ujar Jhoni yang juga Kordinator wilayah (Korwil) daerah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) partai NasDem.

Ia pun sangat percaya Koalisi Gotong Royong yang mendukung paket Hery-Adolf akan menang, sebab pihaknya sudah melihat dan mempelajari perjuangan politik partai-partai tersebut dalam Pilkada sebelumnya, pemilihan legislative, dan pemilihan presiden kali lalu.

“Saya lahir di kota ini (Ruteng). Karenanya saya harus mengambil bagian untuk menentukan pemimpin dan pembangunan Manggarai. Saya akan mendukung daerah ini dari politik anggarannya,” ujar Jhoni Plate.

Vinsensius Pata, Wakil ketua DPD PDI-Perjuangan provinsi NTT dalam orasi politik di depan ribuan warga yang hadir menyampaikan, rasa optimismenya dalam memenangkan pertarungan politik di Manggarai.

Sebab dalam memenangkan paket Hery-Adolf, PDI-Perjuangan dibantu oleh beberapa partai besar, seperti, Hanura, NasDem, Golkar, dan PKB. Total kursi dari lima partai tersebut sebanyak 18 kursi dari 35 kursi yang ada di DPRD Kabupaten Manggarai. (Ardy Abba/Floresa)