Defita: Lumpuh, Bisu, dan Tuli Sejak Lahir Tak Diperhatikan Pemda Matim

0
341
Defita, remaja yang lumpuh,tuli,dan bisu sejak lahir (Ardy Abba/Floresa)
Defita, remaja yang lumpuh,tuli,dan bisu sejak lahir (Ardy Abba/Floresa)
Defita, remaja yang lumpuh,tuli,dan bisu sejak lahir (Ardy Abba/Floresa)

Borong, Floresa.co- Enam belas tahun sudah sejak dilahirkan derita panjang terus menerpa kehidupan Defita Astin, remaja putri asal Lada, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT.

Sejak dilahirkan pada 15 Agustus Tahun 1999 lalu Defita sudah menderita cacat lumpuh, bisu, dan tuli.

Hidup di tengah keluarga tak mampu membuat ia ingin selalu mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, terutama pemerintah sebagaimana layaknya anak cacat lainnya yang diperhatikan negara ini.

Tibalah tahun 2011 lalu pihak keluarga dikejutkan dengan hadirnya petugas dari pemerintah kabupaten (pemkab) Matim.

Saat itu keluarga Defita didata dan difoto oleh petugas dari pemkab Matim di Desa Satar Punda. Pasalnya, menurut pengakuan keluarga saat itu ia didata untuk mendapatkan bantuan.

Modestasia Eme (57), ibunda Defita mengaku, saat itu putrinya sempat difoto dengan maksud untuk mendapatkan bantuan. Usai didata, demikian Modestasia, keluarga sangat bahagia sebab ternyata dambaan panjang mereka sudah terjawab oleh Pemkab Matim.

Harapan panjang anak ke 5 pasangan Modesta dan Fransiskus Nabat (68) sejak didata tahun 2011 lalu hingga kini seakan lenyap seiring waktu berjalan. Namun harapan itu, diakui keluarga, masih tetap tertanam baik dalam hati kedua orang tua Defita.

Walau sedikit tumbuh rasa kecewa karena belum direalisasikan bantuan tersebut, namun Modesta mengaku, tetap berharap pemerintah Matim mampu mempertanggung jawabkan janjinya di tahun 2011 lalu.

“Kami sangat berharap, pemerintah membantu Defita,” ujar Modestasia kepada Floresa.co, Minggu (26/7/2015).

Senada dengan Modestasia, Fransiskus Nabat ayanda Defita mengaku, saat itu mereka sempat didata oleh petugas dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Matim di desa Satar Punda.

Lelaki yang berprofesi sebagai petani mengaku, sejak Defita dilahirkan sebetulnya belum tumbuh harapan bantuan dari pemerintah. Tetapi karena putrinya sempat didata oleh petugas Dinsosnakertrans Matim di tahun 2011 lalu saat berkunjung ke desa Satar Punda membuat keluarga hingga kini masih menunggu realisasi bantuan tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Maksi Ngkeros, Kepala Dinas Sosnakertrans Matim belum berhasil dihubungi Floresa.co. (Ardy Abba/Floresa).

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini