Bila Gerindra Dukung Paket Deno-Madur, Kontestan Pilkada Manggarai Hanya Ada Dua?

0
2666
Ilustrasi

Pilkada

Floresa.co – Konstelasi politik menuju pemilihan kepala daerah (Pilkada) Manggarai semakin menarik untuk disimak.

Peta koalisi partai politik (Parpol) yang akan mendukung para bakal calon sudah mulai nampak jelas. Para kandidat yang siap tempur pun sudah mulai terlihat.

Paket Herybertus GL Nabit-Adolfus Gabur (Hery-Adolf) dipastikan mendapat sokongan dari koalisi tiga Parpol yakni PDI-P, Nasdem dan Hanura. Koalisi ini menguasai 12 kursi di DPRD Manggarai.

Demikian juga Paket Kamelus Deno-Viktor Madur (Deno-Madur) sudah mendapat sokongan dari lima partai yaitu PAN, Demokrat, PKPI, PKS, dan PBB. Koalisi ini juga menguasai 12 kursi.

PKB sudah menjatuhkan pilihannya pada paket Viktor Slamet-Silvester Baeng (Viktor-Baeng). Namun, PKB hanya memiliki dua kursi.

Sementara Golkar dan Gerindra belum menjatuhkan pilihannya. Golkar yang memiliki kepengurusan ganda, memberikan dukungan politik yang berbeda-beda.

Kubu Agung Laksono dikabarkan mendukung paket Sebastian Salang-Hilarius Jonta (Asri). Sedangkan, kubu Aburizal Bakrie dikabarkan mendukung paket Viktor-Baeng.

Sesuai perjanjian antara dua kubu pengurus DPP Golkar ini, bila kedua kubu memiliki calon yang berbeda, maka perlu ada musyawarah untuk menentukan calon secara bersama karena satu partai tidak bisa mengusung dua calon yang berbeda.

Dalam proses musyawarah ini, banyak faktor yang menentukan ke mana Golkar akan memberikan dukungan. Di hadapan publik, Golkar mengatakan akan menggunakan indikator hasil survei. Calon yang memiliki elektabilitas yang baik akan didukung oleh dua kubu.

Tapi, tentu faktor lain adalah kekuatan lobi dari paket Asri dan Viktor-Baeng. Di sinilah, kemampuan lobi keduanya akan diuji.

Namun, mendapatkan dukungan dari Golkar tidak serta-merta membuat paket Asri maupun Viktor-Baeng aman. Golkar hanya memiliki empat kursi di DPRD Manggarai.

Andai kata Golkar mendukung Viktor – Baeng yang sudah lebih dulu mengantongi dukungan dari PKB, maka jumlah kursi Golkar dan PKB belum cukup untuk mengusung satu pasangan calon, karena minimal harus tujuh kursi. Sementara keduanya, baru memiliki enam kursi.

Pun demikian, kalau Golkar mendukung Asri. Dukungannya tidak berarti apa-apa karena jumlah kursinya hanya empat. Paket Asri harus mendapatkan sokongan dari salah satu partai lain lagi.

Partai apakah itu? Jawabannya, sangat tergantung pada kemana Gerindra akan memberikan dukungan.

Pertanyaanya, kemana Gerindara akan berlabuh?

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Manggarai Adrianus Sahadu hanya memberikan dua kemungkinan arah dukungan, yaitu ke Paket Deno-Madur atau Viktor-Baeng.

Tetapi karena ini politik, kemungkinan lain masih terbuka. Sumber Floresa.co membisikan, Paket Asri juga sedang merapat ke Gerindra.

Lagi-lagi, kemampun lobi Sebastian Salang dan Viktor Slamet akan diuji.

Seandainya Gerindra mendukung Viktor-Baeng, maka pasangan ini aman.

Berbekal dukungan dua kursi PKB, ditambah lima kursi Gerindra di DPRD Manggarai, pasangan ini bisa maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Manggarai, meski dukungan Golkar tak dapat diraih.

Seandainya, Gerindra ke Paket Asri, maka Golkar dan PKB akan gantung. Namun, bukan tak mungkin dua partai ini akan mendukung Asri juga.

Persoalannya, bila Gerindra menjatuhkan pilihan ke paket Deno-Madur. Selain membuat Golkar dan PKB menggantung, Viktor-Baeng dan Asri pun tak bisa melaju menjadi calon alias tereleminasi.

Kalau skenario terakihir ini yang terjadi, maka hanya ada dua kandait yang akan bertarung dalam Pikada Manggarai yaitu paket Deno-Madur dan Hery-Adolf.

Bagaimana dengan paket Philipus Mantur-Ardianus Suhardi (Pilar) yang maju melalui jalur perseorangan?

Paket Pilar pun saat ini posisinya masih tanda tanya besar. Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pada Rabu (15/7/2015), total dukungan untuk Pilar hanya 14.743 dukungan.

Padahal, untuk maju sebagai calon perseorangan dalam Pilkada Manggarai dibutuhkan minimal 26.836 dukungan.

Memang mereka belum didiskualifikasi. Mereka masih bisa mendaftar sebagai calon pada 26-28 Juli nanti. Namun, syaratnya cukup berat. Selain harus menambah kekurangan sebesar 12.093 dukunga, Pilar juga harus menanggung hukuman.

Hukumannya berupa tambahan dukungan sebesar 12.093. Dengan demikian, total dukungan yang harus dicari Pilar adalah 24.186 dukungan. Mampukah paket Pilar memenuhi kekurangan sebanyak itu?

Kalau tak mampu, maka skenario Pilkada Manggarai hanya diikuti dua pasangan calon bisa terjadi.

Kuncinya, ada pada arah dukungan politik Gerindra dan kemampuan Pilar memenui kekurangan dukungannya.

Bila Viktor-Baeng bisa mendapat dukungan Gerindra plus PKB, meski minus Golkar maka aman untuk menjadi calon. Demikian juga paket Asri, bila bisa menggaet Golkar plus Gerindra, maka mereka aman.

Namun, bila Gerindra lari ke Paket Deno-Madur, Asri dan Viktor-Baeng akan tereleminasi.

Sebab, gabungan kursi Gokar plus PKB tidak cukup untuk mengusung salah satu bakal calon menjadi calon. (Elvis Yunani Ontas/Petrus D/PTD/Floresa)

Advertisement
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini