Warga di Desa Macang Tanggar, Mabar Konsumsi Air Kubangan

0
559
Olin, siswi SD di Mabar sedang menimba air di Kali Wae Rae untuk konsumsi. Di kali itu, juga tempat mandi dan minum berbagai jenis ternak. (Foto: Sirilus Ladur/Floresa)
Olin, Sekolah Dasar Inpres Macang Tanggar sedang menimba air di Kali Wae Rae untuk konsumsi. Di kali itu, juga tempat mandi dan minum berbagai jenis ternak. (Foto: Sirilus Ladur/Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – Warga Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang kesulitan untuk mendapat air minum bersih, akibat musim kemarau yang terjadi sejak bulan April lalu.

Kini, mereka terpaksa mengonsumsi air dari kali Wae Rae, yang juga biasa menjadi tempat kubangan kerbau, juga tempat berbagai jenis ternak meminum air.

Olin, siswi Sekolah Dasar Inpres Macang Tanggar yang ditemui Floresa.co saat ia sedang menimba air di Kali Wae Rae akhir pekan lalu mengatakan, mereka menimba air itu selama musim kemarau, karena debit air di ujung areal persawahan yang biasa mereka konsumsi sudah kecil.

“Terpaksa kami sekarang untuk mandi, minum, cuci dan air untuk menyiram sayur, memakai air ini,” katanya.

Ia menjelaskan, air di kali itu, juga jadi tempat mandi dan minum air bagi ternak kerbau, sapi dan kuda.

“Mau bagaimana lagi, ini saja tempat yang ada airnya,” ujar Olin.

Kampung Weor berada di wilayah selatan kota Labuan Bajo, dengan waktu tempu 15 menit dari ibukota Kabupaten Mabar itu.

Vinsensius Supardi, salah seorang warga mengatakan kepada Floresa.co, Senin (20/7/2015), masalah kesulitan air bersih bukan baru kali ini dialami warga Desa Macang Tanggar.

Kata dia, selain Weor, di desa itu ada berapa kampung yang mengalami persoalan sama, yakni di Kampung Bancang, Mberata dan Nanganae.

Penelusuran Floresa.co, di tahun 2013, di Desa Macang Tanggar, pemerintah pernah melakukan pemasangan jaringan pipa air minum bersih.

Semua pipa dan bak penampungan air minum bersih sudah selesai dikerjakan, namun sejak saat itu hingga sekarang, airnya tidak mengalir.

Proyek penyediaan air bersih itu disebut-sebut sebagai bagian dari dana Sail Komodo pada tahun 2013.

Pantauan Floresa.co, kini pipa-pipa itu ada yang masih baik, namun sebagian sudah rusak. (Sirilus Ladur/ARL/Floresa)

Advertisement

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan tulis komentar Anda!
Tulis nama Anda di sini