Katarina Siena Jerubu (baju biru) saat hadir di PN Denpasar, Kamis (25/6/2015)
Katarina Siena Jerubu (baju biru) saat hadir di PN Denpasar, Kamis (25/6/2015)
Katarina Siena Jerubu (baju biru) saat hadir di PN Denpasar, Kamis (25/6/2015)

Denpasar, Floresa.co – Pada sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali hari ini, Kamis (2/7/2015), hakim memutuskan membebaskan Sabinus Mpahar, adik kandung Laurens Bahang Dama dari tanahan Kejaksaan Negeri Denpasar.

Sejak Januari lalu, Sabinus memang ditahan terkait kasus penggelapan uang yang dilapor kakak iparnya, Katarina Siena Jerubu.

Putusan sela itu tentu melegahkan bagi pihak Sabinus, meskipun proses hukum kasus ini masih terus berjalan. Pekan depan sidang akan berlanjut dengan agenda mendengarkan pledoi dari penasehat hukum Sabinus merespon tuntutan 10 bulan penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Lantas, apa reaksi Katarina terhadap putusan hakim Hasoloan Sianturi?

Sebagai tertulis di akun Facebook-nya Siena Djrebu, ia tampak sangat kecewa.

Persidangan hari ini mengecewakan tidak ada permohonan penangguhan penahanan, belum ada baca pledoi dan belum ada tanggapan pledoi ko sudah penangguh penahanan.persidangan ini sungguh aneh,” tulis Katarina.

Dalam beberapa kali wawancara dengan Floresa.co, ibu dua anak ini memang menginginkan adik iparnya itu dihukum berat.

Bahkan, saat uang yang didakwa digelapkan Sabinus sudah dilunasi semua, ia tetap bersikeras agar hakim menjatuhkan hukuman terhadap Sabinus.

Banyak pihak menilai konflik antara pihak Katarina dan Sabinus bakal terus berlanjut, meski proses hukum kasus ini sudah kian mendekati titik akhir. Pasalnya, kasus ini dianggap hanyalah puncak gunung es dari banyak persoalan yang selama ini terjadi.

Pada sidang Kamis pekan lalu misalnya, terungkap masalah perebutan ruko, di mana pihak Sabinus menilai, laporan Katarina terkait penggelapan uang oleh Sabinus berkaitan erat dengan gagalnya mediasi di mana Katarina meminta agar segera dilakukan proses balik nama ruko itu.

Ruko itu dibeli oleh Laurens Bahang Dama, semasa hidupnya. Pihak Sabinus menilai, ruko itu sengaja dibeli oleh Laurens untuk dirinya, sementara pihak Katarina mengklaim, suaminya hanya sekedar meminjam nama Sabinus. (Ari D/ARL/Floresa)